Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berisiko Tinggi Terjadi Kecelakaan, KAI Daop 7 Madiun Tutup Pelintasan Liar di Nganjuk

📅 Senin, 12 Jan 2026, 17:47 WIB | Oleh:
Berisiko Tinggi Terjadi Kecelakaan, KAI Daop 7 Madiun Tutup Pelintasan Liar di Nganjuk Doc: ANTARA/ HO-Daop 7 Madiun
Ket. Petugas melakukan penutupan pelintasan liar atau tidak terjaga di wilayah PT KAI Dao 7 Madiun, Jawa Timur.

NGANJUK, JAWA TIMUR - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, melakukan penutupan pelintasan liar atau tidak dijaga di Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari mengemukakan penutupan pelintasan liar di Km 214+5/6 petak jalan Stasiun Kertosono – Sembung, tepatnya di Desa Kutorejo, Nganjuk tersebut karena pelintasan itu berisiko tinggi.  

"Keberadaan perlintasan liar memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, terutama di tengah meningkatnya frekuensi dan intensitas perjalanan kereta api," katanya dalam keterangan yang diterima, Senin (12/1). 

Ia mengatakan penutupan tersebut menjadi langkah mutlak demi mencegah potensi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material. Penutupan juga langkah untuk melindungi keselamatan masyarakat.  

Kebijakan ini, kata dia, juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 Ayat (1), yang mengamanatkan bahwa demi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, pelintasan sebidang yang tidak memiliki izin wajib ditutup. 

“Penutupan perlintasan liar merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan kereta api,” ujar Tohari. 

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2025, KAI Daop 7 Madiun telah merealisasikan penutupan 15 titik perlintasan liar sebagai bentuk nyata peningkatan standar keselamatan transportasi perkeretaapian. Titik tersebut tersebar di seluruh wilayah Daop 7 Madiun.

Sementara itu, hingga saat ini, KAI Daop 7 Madiun mencatat terdapat 216 titik pelintasan sebidang yakni 185 titik pelintasan teregister dijaga, 27 titik pelintasan teregister tidak dijaga, satu titik pelintasan tidak teregister (liar) dijaga dan tiga titik pelintasan tidak teregister (liar) tidak dijaga.

Pihaknya juga menegaskan bahwa upaya penutupan perlintasan liar akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi besar peningkatan keselamatan transportasi nasional.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan pelintasan resmi yang telah dilengkapi rambu, palang pintu, dan penjagaan, serta senantiasa disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama,” kata Tohari. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.