BD, IACC, dan Mayapada Healthcare Luncurkan Inisiatif untuk Tingkatkan Akurasi Laboratorium di Indonesia
📅 Senin, 08 Des 2025, 20:47 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: RS Mayapada
JAKARTA – Becton, Dickinson and Company (BD), perusahaan teknologi medis global, Himpunan Kimia Klinik Indonesia (Indonesian Association for Clinical Chemistry/IACC), dan Mayapada Healthcare pada hari Senin (8/12) mengumumkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama untuk meluncurkan “May I Help You Campaign” (MIHYC) yang diadakan di Mayapada Hospital Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Inisiatif bersama tersebut yang bertujuan untuk menstandarisasi proses praanalitik dan meningkatkan kualitas laboratorium yang diterapkan di tujuh rumah sakit Mayapada Hospital di Indonesia. Kolaborasi ini akan berfokus pada pelaksanaan pemeriksaan kualitas praanalitik berbasis observasi yang selaras dengan pedoman internasional dan praktik terbaik, termasuk dari Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI) dan European Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (EFLM).
Selain itu inisiatif tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam praktik pengambilan dan penanganan spesimen serta memberikan masukan dan langkah konkrit yang dapat ditindaklanjuti untuk mengurangi kesalahan diagnostik dan meningkatkan keselamatan pasien. Program ini secara resmi dimulai dengan asesmen di Mayapada Hospital Bogor pada 20 November 2025, menandai langkah pertama menuju implementasi yang lebih luas.
Pembeda utama dari kolaborasi ini adalah platform asesmen bernama Fulcrum, yang memungkinkan evaluasi komprehensif dan menghasilkan laporan terperinci untuk memandu peningkatan kualitas serta memungkinkan benchmarking dari hasil asesmen lain di Indonesia dan negara lain. Kesalahan praanalitik menyumbang hingga 70% dari kesalahan laboratorium, menjadikannya penyebab utama ketidakakuratan diagnostik (Plebani, M., Clin Chem Lab Med, 2006).
Kolaborasi ini akan memberikan Mayapada Healthcare akses ke peta jalan berbasis data untuk mengatasi kesalahan diagnostik praanalitik, memastikan pasien Indonesia mendapatkan diagnosis yang tepat sejak awal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan mengatasi kesenjangan ini, program MIHYC bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien, meningkatkan efisiensi laboratorium, dan mendukung tujuan kualitas layanan kesehatan yang lebih luas di Indonesia, selaras dengan Agenda Transformasi Kesehatan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dari Kementerian Kesehatan.
dr. Dennis Jacobus, SpK, Head of Mayapada Laboratory Network Mayapada Healthcare mengatakan, kolaborasi ini akan berfokus pada pelaksanaan pemeriksaan kualitas pra-analitik berbasis observasi yang selaras dengan pedoman internasional dan praktik terbaik, termasuk dari Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI) dan European Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (EFLM). Hal ini untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam praktik pengambilan dan penanganan spesimen serta memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti guna mengurangi kesalahan diagnostik dan meningkatkan keselamatan pasien.
“Melalui inisiatif strategis ini, kemitraan memperkuat fase paling krusial dari pengujian laboratorium dengan mendorong praktik yang terstandarisasi, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, mengoptimalkan alur kerja di seluruh unit layanan, dan pada akhirnya memberikan akurasi diagnostik yang lebih tinggi, risiko kesalahan yang lebih rendah, waktu penyelesaian yang lebih cepat, serta hasil yang lebih konsisten dan berbasis bukti untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang tepat bagi pasien,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Senin (8/12).
Dr. dr. Lia Gardenia Partakusuma, Sp. PK(K), MM, MARS, FAMM, Presiden Indonesian Association for Clinical Chemistry, mengatakan praktik pra-analitik yang kuat adalah fondasi bagi hasil diagnostik yang akurat.
“IACC berkomitmen mendukung setiap profesional laboratorium agar dapat menjalankan seluruh proses uji klinis dengan tepat, sesuai pedoman, sejak langkah pertama—terutama pada fase pra-analitik,” tambah,” ucapnya.
Vice President / General Manager, BD Southeast Asia Lu Liang menurutkan, kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen BD untuk mendorong inovasi dalam layanan kesehatan. Dengan menggabungkan keahlian global dan solusi inovatif, BD bertujuan membantu laboratorium di Indonesia mengadopsi standar internasional, mengurangi kesalahan diagnostik, dan meningkatkan kualitas secara menyeluruh.
“Bersama Mayapada Healthcare dan IACC, kami mendukung Agenda Transformasi Kesehatan Pemerintah Indonesia serta berkontribusi pada peningkatan kualitas praktik laboratorium di tingkat nasional dan regional,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!