Siapa Pemilik PT Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Disebut Anak Purbaya sebagai Dalang Banjir Sumatera
📅 Jumat, 05 Des 2025, 13:40 WIB | Oleh: Muhammad Daniel Ramadhan
Doc: Radar TV
JAKARTA - PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) kembali menjadi pusat perhatian setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah di utara Sumatera. Nama perusahaan pengelola hutan dan produsen pulp ini ramai dibicarakan di media sosial, terutama karena dugaan hubungan antara aktivitasnya dengan kerusakan ekologis yang memicu bencana.
Di tengah arus informasi yang semakin bising, publik menyoroti satu pertanyaan mendasar: siapa sebenarnya pemilik PT Toba Pulp Lestari saat ini?
Perubahan Kepemilikan Sejak Era Indorayon
PT Toba Pulp Lestari, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Inti Indorayon Utama, berdiri pada 26 April 1983 oleh pengusaha Sukanto Tanoto. Perusahaan ini berfokus pada produksi bubur kertas berbahan kayu eukaliptus.
Namun, kepemilikan perusahaan beberapa kali berubah. Pada 2007, mayoritas saham beralih ke Pinnacle Company Pte. Ltd., yang kemudian menguasai lebih dari 92 persen saham INRU selama bertahun-tahun.
Allied Hill Limited Jadi Pengendali Baru
Memasuki 2025, struktur kepemilikan kembali mengalami pergeseran besar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Allied Hill Limited (AHL)—perusahaan investasi berbasis Hong Kong—resmi mengambil alih mayoritas saham INRU.
Sebaiknya Anda baca juga:
AHL mengakuisisi 92,54 persen saham melalui transaksi senilai Rp 555,8 miliar, dengan sisa kepemilikan berada di tangan publik.
AHL sendiri merupakan entitas yang baru dibentuk pada April 2025. Seluruh sahamnya dimiliki oleh Everpro Investments Limited, yang sepenuhnya dikuasai pengusaha Joseph Oetomo. Dengan transaksi tersebut, Oetomo kini menjadi pengendali utama PT Toba Pulp Lestari melalui dua lapis perusahaan induk.
Kegiatan Usaha dan Konsesi yang Dikuasai
Menurut data resmi perusahaan, PT Toba Pulp Lestari mengelola 167.912 hektar Hutan Tanaman Industri (HTI) di Sumatera Utara. Operasional perusahaan terbagi dalam lima estate yang mencakup:
Sebaiknya Anda baca juga:
-
Aek Nauli – 20.360 hektar
-
Habinsaran – 26.765 hektar
-
South Tapanuli – 28.340 hektar
-
Aek Raja – 45.562 hektar
-
Tele – 46.885 hektar
Sebagian besar areal tersebut merupakan kawasan lindung atau konservasi, sementara tanaman eukaliptus yang dikelola perusahaan tercatat sekitar 46 ribu hektar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!