Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akselerasi Ekonomi di Depan Mata: RI Diprediksi Tumbuh 5,3% Tahun 2026

📅 Kamis, 04 Des 2025, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akselerasi Ekonomi di Depan Mata: RI Diprediksi Tumbuh 5,3% Tahun 2026 Doc: ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga
Ket. Arsip foto - Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading memasuki Stasiun Velodrome Jakarta.

JAKARTA – Proyeksi percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua tahun ke depan didorong oleh kombinasi faktor struktural dan siklus global yang semakin kondusif.

Stabilnya fundamental makro—seperti inflasi terjaga, defisit fiskal terkendali, dan cadangan devisa yang kuat—memberikan ruang bagi pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjalankan kebijakan yang lebih ekspansif.

Di sisi lain, percepatan investasi pada proyek hilirisasi, infrastruktur strategis, serta transformasi digital diperkirakan meningkatkan produktivitas dan menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Jika stabilitas eksternal tetap terjaga dan reformasi struktural berlanjut, Indonesia berpotensi memasuki fase akselerasi ekonomi yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing di kawasan.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,3 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 5,4 persen pada 2027 seiring dampak pelonggaran moneter.

“Ini akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang diharapkan membaik di atas 5 persen, belanja pemerintah yang dipercepat, dan investasi yang juga menjadi salah satu pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Rully dalam “Media Day: December 2025”, di Jakarta, Kamis (4/12).

Ia juga memperkirakan inflasi tetap terkendali, berada di kisaran 2,5 persen pada 2026, menurun dibandingkan 2,75 persen pada 2025, yang dipengaruhi faktor high base akibat kenaikan harga pangan dan emas. Seiring akselerasi ekonomi pada 2027, inflasi diprediksi meningkat menjadi 2,7 persen.

Dari sisi moneter, pelonggaran kebijakan The Fed jelang akhir tahun akan memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga. The Fed diprediksi akan memangkas suku bunga minimal dua kali pada 2026, dan levelnya bahkan berpotensi turun menjadi sekitar 3,25 persen jika inflasi tetap terkendali.

Namun, untuk Desember 2025, Rully memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen mengingat tekanan rupiah yang masih tinggi, faktor seasonal inflasi, serta kecenderungan historis BI yang jarang menurunkan suku bunga pada Desember.

Penurunan suku bunga diperkirakan lebih memungkinkan pada Januari 2026, dengan potensi penyesuaian tambahan pada kuartal kedua sebelum musim repatriasi dividen pada Mei dan selanjutnya diproyeksikan tetap flat hingga akhir 2026.

Terkait nilai tukar, rupiah dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren penguatan meski masih berada di kisaran Rp16.600-an per dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang sebagian sudah tercermin di pasar, rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp16.500-an hingga akhir 2025, dengan potensi penguatan lebih lanjut jika sinyal penurunan suku bunga The Fed untuk 2026 semakin jelas.

Dari sisi fiskal, Indonesia menghadapi keterbatasan dari penurunan penerimaan yang menyebabkan pelebaran defisit anggaran.

Rully mengingatkan bahwa arah kebijakan fiskal dan defisit perlu diperhatikan dan dijaga, terutama dari sisi penerimaan. Dalam hal ini, pemerintah perlu menjelaskan strategi penerimaan ke depan, apalagi dengan banyaknya program yang direncanakan pada 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
    Goblok. Orderan saja ga pernah dikasih jika ga ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Drama 6 Gol! AC Milan Menan...
Luar Negeri
Erdogan Ajak Mesir Bergabun...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.