Kasihan, Ribuan Pensiunan Karawang Belum Juga Terima Uang Saku

Rabu, 03 Des 2025, 02:12 WIB

KARAWANG – Jatah uang kadeudeuh (sangu) untuk ribuan PNS Karawang belum juga diserahkan. Satu PNS mestinya menerima 14 juta rupiah. Ribuan pensiunan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Karawang, Jabar, kembali menagih uang kadeudeuh 14 juta per orang yang sudah bertahun-tahun tak dibayarkan oleh pengurus Korpri Karawang.

Salah seorang pensiunan PNS, Asep di Karawang, Selasa menyampaikan, uang "kadeudeuh" yang ditagihkan itu merupakan uang tabungan mereka selama aktif menjadi PNS. "Setiap bulan, saat masih aktif menjadi PNS, kami melaksanakan kewajiban setoran Rp100 ribu per bulan ke Korpri. Jadi kami menuntut hak kami, setelah kewajiban kami lakukan," katanya. Setoran uang tersebut terjadi secara otomatis di bank. Jadi setiap bulan, gaji para PNS yang masuk ke rekening itu terpotong Rp100 ribu sebagai iuran atau setoran ke Korpri.

Ket. Foto: PNS minta jatah uang saku — Sumber: ist

Hampir setiap tahun, kata dia, para pensiunan menagih uang kadeudeuh tersebut kepada pengurus Korpri Karawang. Namun tidak juga direalisasikan. Dengan setoran Rp100 ribu per bulan selama menjadi PNS, mereka seharusnya mendapatkan uang kadeudeuh Rp14 juta per orang. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan organisasi Korpri. Namun hasil rapat dengan pengurus Korpri Karawang yang baru, pada Senin (1/12), mereka hanya mendapatkan kadeudeuh Rp7 juta per orang.

Asep mengaku kecewa atas kebijakan pengurus Korpri Karawang yang baru itu. Karena sebelumnya uang kadeudeuh yang harus mereka terima sebesar Rp14 juta per orang. "Sebelumnya para pensiunan menerima uang kadeudeuh Rp14 juta. Kenapa sekarang, dengan pergantian pengurus, kami dari pensiunan hanya mendapatkan Rp7 juta? Sisanya kemana?" kata Asep.

Sekretaris Korpri Karawang, Gerry S Samrodi, menyampaikan kebijakan pemberian uang kadeudeuh Rp7 juta itu didasarkan atas kondisi anggaran yang terbatas. "Ini bukan berasal dari iuran bulanan yang mereka bayarkan selama menjadi ASN. Ini hanya bentuk kadeudeuh, sebagai apresiasi. Karena mempertimbangkan efisiensi anggaran, kami hanya bisa memberikan sebesar Rp7 juta," katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, jumlah pensiunan PNS di lingkungan Pemkab Karawang yang belum mendapatkan uang kadeudeuh dari Korpri sebanyak 1.191 orang. Mereka adalah pensiunan PNS tahun 2016 hingga 2024. Diperkirakan, anggaran sekitar Rp7 miliar kadeudeuh pensiunan PNS itu mengendap di Korpri Karawang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.