Bazar Ramadhan 2026 Jadi Mesin Penggerak UMKM Gorontalo, Gubernur Gusnar Dorong Akses Pasar hingga Ekspor

Rabu, 25 Feb 2026, 02:30 WIB

Gorontalo - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan pelaksanaan Bazar Ramadhan membuka akses pasar baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah itu.

Hal itu Gusnar sampaikan di Gorontalo, Selasa (24/2), pada pelaksanaan Bazar Ramadan 2026 oleh Bank Indonesia yang bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Gorontalo.

Ket. Foto: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana, serta Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki saat menabuh rebana tanda dibukanya pelaksanaan Bazar Ramadan tahun 2026 di gedung galeri UMKM Olaku. — Sumber: Antara

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai bagian dari syiar Ramadhan, tetapi juga sebagai instrumen nyata dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah, mendorong konsumsi produk halal lokal dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di Provinsi Gorontalo," kata Gusnar.

UMKM, menurut dia, merupakan pilar utama ekonomi daerah sekaligus menjadi bagian dari visi misi periode kepemimpinan nya.

Oleh karena itu, ia terus mendorong penerapan sistem manajemen UMKM yang terstruktur dan berjenjang.

Penerapan sistem itu dimulai dari level dasar yakni melalui penguatan legalitas, pencatatan keuangan secara sederhana, literasi digital serta pembinaan kewirausahaan pemula.

Selanjutnya ke level menengah melalui peningkatan kualitas produk, penaikan desain kemasan, fasilitasi akses pembiayaan dan peluasan pemasaran termasuk market place.

Setelah kedua tingkatan tersebut kemudian masuk ke level lanjutan melalui digitalisasi bisnis, integrasi dalam rantai pasokan industri, sertifikasi mutu dan halal serta orientasi ekspor.

“Secara berjenjang, pelaku usaha ini kita bantu permodalan mereka dan dimonitor, dari situ kita pilah mana yang bisa kita naikkan kelasnya dan kita tambahkan modalnya lalu kita amati terus, hingga pada suatu saat bisa menggunakan lembaga-lembaga keuangan” kata Gusnar.

Pada bulan Juni 2026, Gusnar berharap agar para UMKM di Gorontalo, segera bersiap dalam mengembangkan usahanya. Karena provinsi tersebut menjadi tuan rumah  pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-17 yang diproyeksikan dihadiri 33 ribu peserta yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo.

“Mari kita gunakan kegiatan nasional ini untuk pengembangan ekonomi kecil dan menengah di Gorontalo sekaligus ekonomi kreatif, saya harapkan UMKM bisa terlibat, sekarang panitia nya sudah membuka pintu, saya sampaikan segera hubungi UMKM untuk daftar dan kita sama-sama berdiskusi agar mereka bisa berjualan," kata Gusnar.

Ketua KDEKS Gorontalo itu pun ke depan akan mengkaji kebijakan afirmatif untuk meringankan beban pelaku usaha.

Jika sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kemampuan fiskal daerah, pihaknya melalui Pemprov akan mendorong keringanan bahkan pembebasan retribusi daerah bagi pelaku UMKM.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.