Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Karimun Antisipasi Harga Cabai Naik akibat Bencana Sumatera

📅 Selasa, 02 Des 2025, 10:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Karimun Antisipasi Harga Cabai Naik akibat Bencana Sumatera Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Mardanis mengecek harga cabai di salah satu supermarket di Kota Batam, Kamis (13/11/2025).

BATAM – Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengantisipasi kenaikan harga cabai di wilayah tersebut disebabkan dapat bencana yang melanda Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispatan) Karimun Sukrianto Jaya Putra mengatakan pasokan cabai di wilayah tersebut sebagian besar di pasok dari daerah Sumatera.

“Pasti (bencana Sumatera) berdampak untuk harga kebutuhan pokok di Karimun, karena dipasok dari daerah Sumatera Barat dan Sumatera Utara, juga ada yang dari Aceh, salah satunya cabai sudah mulai naik ini,” kata Sukrianto dikonfirmasi di Batam, Selasa (02/12).

Dia mengatakan harga cabai merah keriting saat ini Rp90 ribu sampai dengan Rp100 ribu per kg, cabe rawit merah atau cabe rawit setan Rp70 ribu per kg, sedangkan cabai rawit hijau sekitar Rp60 ribu per kg.

Menurut Sukrianto, kondisi ini sudah menjadi atensi Pemerintah Kabupaten Karimun. Rencananya, Rabu (3/12), dilaksanakan rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin oleh Bupati Ing Iskandarsyah.

“Rapat TPID nanti membahas teknis terkait bencana ini, dan mitigasinya untuk harga kebutuhan pokok di Karimun,” katanya.

Selain itu, Pemkab Karimun juga memenuhi kebutuhan cabai di daerah tersebut lewat gerakan Perkarangan Pangan Bergizi yang sudah dikembangkan sejak awal 2025.

Dia menyebut, ada 73 kelompok tani di Karimun yang menanam cabai di perkarangan rumahnya, ada yang menanam 450 batang cabe rawit, 270 batang cabai rawit dan 180 batang cabai rawit merah.

“Sekarang sudah panen, tapi jujur ini belum bisa mencukupi untuk menghadapi Natal dan tahun baru, karena Karimun memang bergantung pasokan dari luar daerah,” katanya.

Upaya lainnya, lanjut dia, sudah meminta agar Dinas Perdagangan (Disperindag) Karimun mencari alternatif pemasok lain dari wilayah Timur.

“Selama ini memang pasokan Karimun dari daerah-daerah di barat seperti Aceh, Sumut dan Sumbar. Tapi ini sedang dicarikan alternatif dari daerah Timur seperti Lombok. Disperindag sudah berkoordinasi dengan distributor,” ujarnya.

Sukrianto menambahkan selain cabai, harga pangan lainnya seperti beras masih stabil, begitu juga dengan telur dan ayam, yang 80 persen di pasok dari wilayah tersebut, sisanya dari Batam.

Menurut dia, apabila harga kebutuhan pokok di Batam mengalami kenaikan, otomatis di Karimun juga terdampak.

“Upaya pengendalian terus dilakukan, saat ini Disperindag juga melaksanakan harga pangan murah untuk beberapa bahan pokok prioritas,” kata Sukrianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

56 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.