Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Ancaman Bencana Hidrometeorologi Masih Tinggi di Aceh–Sumbar

📅 Jumat, 28 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Ancaman Bencana Hidrometeorologi Masih Tinggi di Aceh–Sumbar Doc: Antara
Ket. Warga mengevakuasi kendaraannya yang tertimbun lumpur di depan rumahnya pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11).

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi potensi cuaca ekstrem yang berisiko memicu bencana susulan di sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto di Jakarta, Kamis (27/11), mengatakan bahwa saat ini terdeteksi keberadaan Meso Siklon Konvektif Kompleks (Mesoscale Convective Complex/MCC) di kawasan Samudra Hindia barat Sumatera.

"Ini perlu diwaspadai khususnya untuk wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara, dan mayoritas wilayah Sumatera Barat,” kata dia.

MCC merupakan sistem kumpulan badai petir berskala besar, semi-melingkar, berumur panjang, dan terorganisasi sebagaimana dipaparkan ahli meteorologi dalam rapat terbatas lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Pratikno di Jakarta siang tadi.

Guswanto menjelaskan bahwa dengan demikian potensi hujan sedang-sangat lebat masih dapat terjadi meskipun Siklon Tropis Senyar yang sebelumnya memicu bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah melemah.

Siklon Tropis Senyar merupakan Bibit Siklon Tropis 95B yang berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, tepatnya di Selat Malaka.

Dampaknya dalam sepekan terakhir wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dilanda hujan setiap hari hingga memicu bencana banjir bandang disertai tanah longsor dengan dampak kerusakan signifikan di sejumlah kabupaten dan kota.

"Lalu ketika memasuki daratan Aceh, siklon tersebut tidak langsung punah dan sempat berputar dari Aceh Timur menuju Aceh Tamiang. Itulah mengapa dampaknya menjadi lebih dahsyat karena sistem itu sempat berada di daratan Sumatera,” katanya.

BMKG menekankan meskipun Senyar telah melemah, keberadaan MCC dapat memperpanjang periode cuaca ekstrem yang memengaruhi intensitas hujan dan potensi bencana hidrometeorologi lanjutan.

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah, tim tanggap darurat, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak parah.

Guswanto juga meminta dukungan media untuk menyebarkan informasi peringatan dini agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini. “Kami siap bersama media dan mohon bantuan untuk mendiseminasikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG,” ujarnya.

Data korban jiwa, luka-luka, pengungsian dan kerusakan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih dinamis dan dalam proses pendataan tim petugas gabungan yang disebar di masing-masing wilayah.

Namun, berdasarkan laporan sementara Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis sore, banjir bandang dan tanah longsor meluas di 13 kabupaten/kota di provinsi itu.

Adapun 13 wilayah yang dilanda bencana alam terdiri atas sembilan kabupaten dan empat kota, yakni Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.