Bantul Fokus pada Quick Wins untuk Tekan Angka Stunting
Jumat, 28 Nov 2025, 16:20 WIBBANTUL - Isu stunting masih menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Bantul. Meski berbagai upaya telah dijalankan, persoalan ini tetap menjadi tantangan yang memengaruhi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif, serta berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Hal tersebut kembali ditegaskan Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, saat mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Ruang Mandala Saba Madya, Kamis (27/11/2025).
âPercepatan penurunan stunting menjadi agenda prioritas yang memerlukan kerja terpadu lintas sektor, dari tingkat kabupaten hingga kalurahan. Pengukuhan TPPS hari ini merupakan langkah penting untuk memperkuat koordinasi, konvergensi program, dan efektivitas intervensi,â ujar Aris.
Ia menjelaskan bahwa melalui TPPS, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program penurunan stunting dapat berlangsung lebih terarah, terukur, dan akuntabel.
âDan yang penting, keberhasilan penurunan stunting tidak hanya ditentukan oleh program yang baik, tetapi juga oleh komitmen dan kolaborasi semua pihak. Diperlukan integrasi data, sinergi antarperangkat daerah, dan komponen lainnya. Tingkat akar rumput juga tak kalah penting karena mereka lah garda depan dalam pendampingan keluarga berisiko stunting,â tutur Aris.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga menegaskan penguatan Quick Wins penurunan stunting sebagai langkah yang dirancang untuk memberi dampak cepat bagi kelompok sasaran berisiko.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bantul, Ninik Istitarini, menjelaskan bahwa Quick Wins mencakup sejumlah program prioritas yang berfokus pada tindakan cepat dan terpadu. Terdapat lima program utama, yaitu Genting (gerakan orang tua asuh cegah stunting), Tamasya (taman asuh sayang anak), Gati (gerakan ayah teladan Indonesia), Sidaya (lansia berdaya), dan Super Apps (pemanfaatan teknologi terintegrasi).
âMisalnya untuk program Genting. Ini adalah bentuk kepedulian kolektif. Maka dibentuklah TPPS,â ujar Ninik.
Senada dengan itu, Ketua Tim Kerja Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, Mustikaningtyas, menambahkan bahwa program Genting merupakan bentuk intervensi bagi keluarga rentan stunting dengan dukungan yang disesuaikan kebutuhan masing-masing. Dalam pelaksanaannya, keterlibatan kader posyandu, influencer parenting, psikolog anak, dokter spesialis anak, LSM, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk mencapai hasil yang diharapkan.
- Bantul
- Quick Wins
- Stunting
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Strategi Agresif HKI, Kantor Baru di Tiongkok untuk Dongkrak Investasi
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
-
Moussa Sidibe Menggila, Cetak 9 Gol dalam 10 Laga, Ini Rahasia Ketajaman Bintang Bhayangkara FC
-
Perlu Antisipasi Dini Risiko Stagflasi Global
-
Serat Palilah Diserahkan, Warga Pedak Baru Bantul Dapat Kepastian Tinggal
-
IPN Gandeng Unhas dan Perusahaan Tiongkok, Targetkan Produksi Padi 12 Ton per Hektare
-
Bantul Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Kebijakan dan Sistem Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.