Banten Siaga Bencana Air hingga Tiga Bulan ke Depan
📅 Selasa, 25 Nov 2025, 01:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Devi Nindy
SERANG – Sampai tiga bulan ke depan wilayah Banten terus bersiaga menghadapi potensi bencana air (hidrometeorologi). Fokus utama diarahkan ke sinergi lintas lembaga. Juga kesiapan teknis di wilayah rawan banjir dan longsor untuk melindungi warga. Langkah ini ditempuh Pemerintah Provinsi Banten seiring prediksi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi tiga bulan ke depan Januari-Maret 2026.
“Kita semua tidak berharap terjadi bencana. Akan tetapi pemetaan potensi dan mitigasi risiko bencana serta kesiapsiagaan penanganan bencana perlu dilakukan,” kata Gubernur Banten, Andra Soni, saat Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, di Kota Serang, Senin (24/11). Andra menegaskan, apel menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak agar bersikap aktif merespons dinamika cuaca ekstrem.
“Kegiatan ini menjadi pengingat untuk proaktif dalam membangun kewaspadaan dini, mitigasi risiko potensi dan ancaman bencana hidrometeorologi,” ujarnya. Menurut Andra, kelemahan penanganan bencana sering muncul bukan hanya pada ketersediaan peralatan, tetapi juga pada koordinasi respons. Maka, dia minta kerja terpadu lintas lembaga dan komunitas. “Sinergi BPBD, TNI, Polri, Relawan Penanggulangan Bencana bersama-sama pemangku kepentingan dan masyarakat diperlukan dalam upaya mitigasi bencana hidrometeorologi,” paparnya.
Gubernur menekankan pemerataan kesiapan di wilayah paling rentan. Infrastruktur dan suprastruktur penanganan bencana berbasis masyarakat pada seluruh titik rawan bencana agar dapat dipersiapkan. Andra Soni menegaskan bahwa respons cepat kepada warga menjadi prioritas. Manajemen krisis, katanya, harus terintegrasi mulai dari mitigasi hingga pemulihan.
“Manajemen krisis penanganan bencana harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya. Andra juga memberikan apresiasi kepada para petugas dan relawan. “Dedikasi dan profesionalisme saudara sekalian merupakan kekuatan utama dalam menjaga keselamatan masyarakat saat cuaca ekstrem,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
BPBD Banten memperkuat langkah mitigasi dengan meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Kepala BPBD Banten Lutfi Mujahidin menyampaikan persiapan teknis dilakukan secara menyeluruh agar penanganan berlangsung cepat saat terjadi bencana. “Intinya, kita menyiapkan kemampuan, peralatan, dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lain. Ini memang harus dilakukan sekarang,” ujarnya.
Instruksi Presiden
Persiapan inisejalan dengan instruksi Presiden menyusul longsor di beberapa provinsi dalam dua pekan terakhir. Pengecekan kesiapan melibatkan 450 personel dari unsur TNI, Polri, OPD, relawan, dan Balai Besar Wilayah Sungai. Lutfi memastikan perlengkapan masih mencukupi untuk operasi pertolongan, namun sejumlah alat memerlukan pembaruan. Perahu sudah banyak bocor karena sering kena kayu saat evakuasi banjir. Tahun ini hanya ada pembelian tiga perahu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur Banten Andra Soni minta penguatan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Ini juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dan relawan. Mereka sebagai garda terdepan penyelamatan warga saat bencana. Andra menyampaikan bahwa dinamika cuaca ekstrem beberapa pekan ke depan memerlukan peningkatan kewaspadaan risiko banjir dan longsor.
Menurutnya, kesiapsiagaan berbasis masyarakat adalah fondasi pertolongan tercepat saat bencana terjadi. “Infrastruktur dan suprastruktur penanganan bencana berbasis masyarakat pada seluruh titik rawan bencana agar dapat dipersiapkan,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!