Menko Zulhas Targetkan Swasembada Protein 2026

Senin, 24 Nov 2025, 01:00 WIB

Untuk menjadi negara maju, pemerintah harus melakukan pembenahan guna mewujudkan swasembada pangan, khususnya pemenuhan kebutuhan protein nasional.

Jakarta - Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada protein pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Tahun depan, kita harus swasembada protein. Selamat Hari Ikan Nasional," ujar Zulhas dalam acara Puncak Hari Ikan Nasional 2025, yang digelar di Jakarta, Minggu (23/11).

Ket. Foto: Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) — Sumber: antara

Seperti dikutip dari Antara, Zulhas menyampaikan protein berperan penting untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, khususnya generasi muda yang saat ini masih menempuh jenjang pendidikan.

Apabila diukur berdasarkan intelligent quotient (IQ), Zulhas menyampaikan rata-rata IQ di negara-negara maju sudah berada di atas 109 poin, sedangkan IQ Indonesia masih di kisaran 90-an.

Untuk menjadi hebat selayaknya negara-negara maju, kata dia, maka pemerintah harus berbenah untuk mewujudkan swasembada pangan, terutama protein.

"Harus swasembada, kemudian dihidangkan di meja anak-anak kita, dilatih agar cerdas, dengan demikian kita berubah. Gizinya, IQ-nya berubah," kata dia.

Adapun salah satu kementerian yang diberi amanat oleh Zulhas dalam mewujudkan swasembada protein adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengingat ikan merupakan salah satu sumber protein.

"Selamat makan ikan karena protein penting, menentukan peradaban Indonesia hari ini dan yang akan datang," ucap Zulhas.

Dalam peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 pada 2025, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan yang mengusung tema "Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045".

Tema tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam RPJMN 2025-2029 dan Astacita kedua yang menekankan pentingnya sistem pertahanan negara dan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, serta penguatan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Budaya Makan Ikan

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau yang dikenal sebagai Titiek Soeharto membantah kabar ikan yang tercemar dan mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya memakan ikan.

“Untuk pencemaran, saya rasa itu isu nggak ada, ya. Yang penting kita harus meningkatkan budaya untuk makan ikan,” ujar Titiek, di sela-sela acara Puncak Hari Ikan Nasional 2025, yang digelar di Jakarta, Minggu.

Ketua Komisi IV DPR, yang membidangi pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan, serta kelautan dan perikanan, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk mempromosikan keunggulan-keunggulan ikan, sebab sangat bergizi dan berperan dalam meningkatkan kecerdasan anak.

Yang lebih utama lagi, ujarnya melanjutkan, ikan bisa diperoleh dengan memancing di laut, tanpa perlu memeliharanya selama berbulan-bulan.

“Ikan itu kan tinggal ngambil di laut, nggak usah pelihara kayak ayam gitu berbulan-bulan. Tinggal ambil,” ujar Titiek.

Sejalan dengan itu, Konsorsium Pesisir, Kelautan, dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (KPKP PTMA) mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan ekonomi biru.

"Sebagai mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kami berkomitmen untuk terus bersinergi, mendukung peningkatan konsumsi ikan serta menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia," kata Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Endang Rudiatin.

Di momen Hari Ikan Nasional, Endang mengajak seluruh pihak untuk semakin gemar makan ikan.

"Mari kita jadikan Hari Ikan Nasional ini sebagai momentum memperkuat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan)," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.