- Home
-
- Luar Negeri
-
- Banjir di Malaysia Makin P...
Banjir di Malaysia Makin Parah, WNI Diimbau Siaga Penuh dan Segera Lapor KBRI
Senin, 24 Nov 2025, 17:14 WIBKUALA LUMPUR -Â Duta Besar RI untuk Malaysia Dato' Indera Hermono meminta warga negara Indonesia yang terdampak banjir di tujuh negara bagian Malaysia segera menghubungi KBRI atau KJRI jika memerlukan bantuan.
Imbauan itu disampaikan di tengah meningkatnya jumlah korban dan kondisi sejumlah wilayah yang kembali dilanda banjir akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
"Kami mohon apabila ada masyarakat Indonesia yang memerlukan bantuan dapat menghubungi KBRI," kata Dubes Hermono kepada ANTARA di Kuala Lumpur, Senin (24/11).
Hingga Senin pagi, hampir 11.000 orang terdampak di Malaysia, di mana Kelantan menjadi negara bagian yang paling parah dilanda banjir.
Hermono mengatakan Kelantan dan Pantai Timur Malaysia memang kerap dilanda banjir. Dia menyarankan agar warga Indonesia yang berada di wilayah-wilayah itu dapat saling berkomunikasi dan berkoordinasi.
Pemerintah Malaysia berusaha mengantisipasi jika banjir turut melanda Kuala Lumpur. Banjir besar pernah melanda ibu kota Malaysia pada 2021.
Menurut wartawan ANTARA di Kuala Lumpur, hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi di kota itu dalam beberapa hari terakhir.
Debit air Sungai Gombak dan Sungai Klang â dua sungai yang pertemuannya menjadi cikal bakal nama Kuala Lumpur â juga mengalami peningkatan.
Sedikitnya tujuh dari 13 negara bagian di Malaysia mengalami banjir akibat curah hujan yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Kantor Berita BERNAMA, dalam laporan yang dikutip di Kuala Lumpur, Senin, menyampaikan jumlah warga Malaysia yang terdampak banjir juga terus meningkat, menjadi 10.922 orang hingga Senin pagi, di mana Kelantan menjadi negara bagian terparah terkena dampak.
Di Kelantan, jumlah korban meningkat menjadi 8.248 orang yang berasal dari 3.022 keluarga.
Sementara itu di Penang, jumlah korban banjir tercatat sebanyak 242 jiwa dari 57 keluarga.
Di Perlis, yang berbatasan langsung Thailand, jumlah korban banjir meningkat menjadi 811 orang dari 243 keluarga.
Sedangkan di Perak, empat kabupaten dilanda banjir, yang menyebabkan 900 orang dari 290 keluarga mengungsi.
Di Selangor, terdapat 51 korban terdampak yang berasal dari 14 keluarga.
Sementara di Kedah dan Terengganu, jumlah korban terdampak sebanyak 388 dan 282 orang.
Adapun sebagaimana diberitakan berbagai media setempat, otoritas Malaysia juga bersiap untuk mengantisipasi jika banjir turut melanda ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur.
Banjir besar pernah melanda Kuala Lumpur pada tahun 2021 silam.
Wartawan ANTARA di Kuala Lumpur melaporkan, hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi di Kuala Lumpur dalam dua-tiga hari terakhir.
Debit air di Sungai Gombak dan Sungai Klang â dua sungai yang pertemuannya menjadi cikal bakal nama Kuala Lumpur â juga mengalami peningkatan.
- kuala lumpur
- wni
- kbri
- banjir malaysia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pemerintah Tetapkan 27 September sebagai Hari Komedi Nasional untuk Hormati Bing Slamet
-
Furnitur Indonesia Berdesain Multifungsi dan Elegan Diminati Korsel
-
Trump Memberi Ultimatum Maduro untuk Melepas Kekuasaan di Venezuela
-
Sepak Bola Putri Bandung Bangkit lewat MilkLife Soccer Challenge
-
Wow! Cara Unik dan Solutif, Sampah Plastik Digunakan Warga Talunombo Wonosobo untuk Bayar PBB
-
Tingkatkan Ekonomi dan Lingkungan, Uncen Papua Ajari Warga Olah Minyak Jelantah Jadi Biodiesel
-
Banjir di Thailand dan Malaysia Meluas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.