Banjir di Thailand dan Malaysia Meluas

Kamis, 27 Nov 2025, 02:20 WIB

BANGKOK – Puluhan ribu orang di Thailand dan Malaysia mengungsi akibat banjir yang meluas, dengan jalan-jalan terendam, rumah-rumah terendam dan sedikitnya 34 orang tewas, kata para pejabat pada Rabu (26/11).

Pemerintah Thailand mengumumkan keadaan darurat di Provinsi Songkhla pada Selasa (25/11), dengan hujan deras sejak akhir pekan lalu yang mengguyur beberapa provinsi selatan.

Ket. Foto: Sejumlah pengendara motor nekat menerobos banjir yang menggenangi Kota Kangar di Negara Bagian Perlis, Malaysia, pada Rabu (26/11). Hujan lebat selama berhari-hari telah membuat banjir semakin meluas di Malaysia. — Sumber: AFP/MOHD RASFAN

Sebuah gambar pada Rabu yang diterbitkan oleh AFP menunjukkan air banjir berwarna coklat keruh menutupi jalan-jalan dan lantai dasar bangunan perumahan di pusat wisata Songkhla, Hat Yai.

Seorang warga kota mengatakan kepada lembaga penyiaran publik Thailand bahwa seluruh lantai bawah gedungnya terendam, dengan air mencapai sekitar tiga setengah meter di titik tertingginya.

"Saya naik ke atap untuk memanggil seseorang agar membawakan kami makanan," kata pria yang diidentifikasi sebagai Yanyong kepada saluran televisi tersebut. "Sekarang sudah di bawah satu meter, tapi saya masih belum menerima bantuan apa pun karena rumah saya berada jauh di dalam area (banjir)," imbuh dia.

Juru bicara pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat, mengatakan kepada wartawan bahwa 33 orang tewas di tujuh provinsi, termasuk akibat tenggelam dan tersengat listrik.

Banjir parah telah menyebar ke tujuh provinsi selatan, rumah bagi beberapa juta orang, menurut Dinas Pencegahan Dan Mitigasi Bencana.

Banjir yang terjadi sejak pekan lalu itu telah membuat warga dan wisatawan terlantar di rumah dan hotel mereka, sementara tim penyelamat menggunakan perahu, jet ski, dan truk militer di tengah tingginya banjir.

“Militer telah mengerahkan kapal induk dan memobilisasi helikopter untuk mengangkut pasien ke rumah sakit terdekat,” kata militer.

Lebih dari 10.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka di Songkhla sejak pekan lalu, kata dinas humas provinsi tersebut.

Pemerintah Provinsi Songkhla mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah mendirikan dapur umum pusat yang mampu mendistribusikan hingga 20.000 kotak makanan setiap hari kepada korban banjir.

Turis Terlantar

Sementara itu di Malaysia, banjir akibat hujan lebat selama berhari-hari melanda delapan negara bagian, dan para peramal cuaca memperkirakan akan ada lebih banyak hujan di wilayah tersebut dalam beberapa hari mendatang

Lebih dari 27.000 orang dievakuasi ke puluhan tempat penampungan sementara pekan ini, dengan satu kematian tercatat di salah satu negara bagian yang paling parah terkena dampak, Kelantan, di pantai timur laut, menurut petugas penyelamat.

Dinas Meteorologi Malaysia telah memperingatkan bahwa badai petir akan terus berlanjut hingga Rabu di negara bagian utara Perlis, Kedah, Penang, dan Perak.

Banjir merupakan fenomena tahunan di negara berpenduduk 34 juta orang ini akibat angin muson timur laut yang membawa hujan lebat dari November hingga Maret.

Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Selasa mengatakan pihaknya sedang memantau banjir di perbatasan setelah ribuan wisatawan Malaysia terdampar di hotel-hotel di Thailand selatan pekan lalu.

"Sebagian besar warga Malaysia yang terdampak tinggal di hotel-hotel bertingkat dan telah ditemukan," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Hingga Senin (24/11) lebih dari 6.300 warga Malaysia telah dengan selamat melintasi perbatasan keluar Thailand dan tiba dengan selamat di Malaysia," imbuh kementerian itu. AFP/I-1

  • kuala lumpur
  • kedah
  • perlis

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.