Libur Natal dan Tahun Baru Dijanjikan Tanpa Pungli. Benarkah Bisa?
Minggu, 23 Nov 2025, 13:58 WIBJAKARTA â Sebentar lagi memasuki libur panjang Natal dan Tahun Baru. Masa-masa seperti ini akan banyak pungli. Namun, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen memperkuat disiplin dan integritas layanan transportasi. Dia akan mencegah pungli dan meningkatkan pengawasan.
Ini demi memastikan keamanan serta kenyamanan masyarakat menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. âKami mengutamakan penegakan disiplin dalam pelayanan publik, khususnya pada terminal dan sektor perhubungan darat, pelayanan beritegritas dan pencegahan pungli," kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Dudy menyampaikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai mempersiapkan pelaksanaan angkutan Natal dan tahun baru dengan berkoordinasi dan berkolaborasi bersama kementerian/lembaga lainnya serta pemangku kepentingan terkait.
"Harapannya pelaksanaan Natal dan tahun baru ini berjalan dengan lancar dan aman," ujar Menhub. Menhub menyampaikan rencana kolaborasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait keselamatan transportasi, penguatan dan integrasi transportasi publik di daerah, penyelarasan perencanaan pembangunan terkait transportasi, serta penanganan kemacetan dan tata ruang berbasis transportasi (TOD).
Kemenhub dan Kemendagri juga akan berkolaborasi terkait proyek pengembangan transportasi daerah, pengawasan ASN pemerintah daerah dalam penyelenggaraan transportasi, serta harmonisasi regulasi transportasi.
Di samping itu, Menhub juga menyampaikan sejumlah faktor yang perlu diantisipasi pada penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Pertama, adanya libur Natal dan tahun baru yang berdekatan dengan akhir pekan, sehingga meningkatkan potensi masyarakat bepergian atau berlibur.
Kedua, adanya kebijakan cuti bersama nasional yang memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, kata Menhub lagi, pemerintah meluncurkan program stimulus Natal dan Tahun Baru 2025/2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri.
"Selanjutnya, kami juga sedang finalisasi SKB Kebijakan Pembatasan Angkutan Barang Selama Periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 untuk memastikan kelancaran pergerakan masyarakat," kata Menhub.
Hampir 8.000 Perjalanan
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap mengoperasikan 7.982 perjalanan kereta api selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), yang terdiri dari 7.038 perjalanan reguler dan 944 perjalanan tambahan.
"Periode mobilitas masyarakat yang sangat tinggi ini menjadi penggerak penting aktivitas perekonomian nasional, sehingga kesiapan sarana, prasarana, dan pelayanan publik menjadi prioritas utama KAI dalam menjaga kelancaran perjalanan pelanggan di akhir tahun," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Dalam sehari rata-rata terdapat 444 perjalanan KA yang melayani lintas Jawa dan Sumatra. Penambahan kapasitas ini memberikan keleluasaan bagi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan, sekaligus menjaga layanan transportasi yang stabil pada masa liburan panjang. Anne menerangkan bahwa angkutan akhir tahun tidak hanya berdimensi operasional, tetapi membawa dampak ekonomi yang lebih luas.
"Setiap pelanggan yang bergerak berarti peluang baru bagi sektor wisata, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga aktivitas usaha di berbagai daerah. Karena itu, keberhasilan Angkutan Natal dan Tahun Baru adalah kontribusi nyata KAI untuk menjaga denyut ekonomi nasional tetap berjalan positif," ujar Anne. Menurut dia, Angkutan Natal dan Tahun Baru bukan hanya tentang menyediakan kereta tambahan, tetapi memastikan seluruh proses pelayanan berjalan lebih responsif, rapi, dan humanis.
"Dalam periode Angkutan Natal dan Tahun Baru, jutaan masyarakat bergerak bersamaan. Setiap perjalanan yang terselenggara dengan selamat dan nyaman akan berdampak langsung pada aktivitas wisata, bisnis, dan perputaran ekonomi daerah. KAI hadir untuk memastikan mobilitas itu terjaga dengan kualitas layanan terbaik," katanya.
Selain itu, KAI juga menurunkan 170 personel Customer Service Mobile (CSM) di 39 stasiun sebagai garda terdepan yang membantu pelanggan mulai dari informasi perjalanan, pendampingan kelompok rentan, hingga pengaturan alur untuk mengurai kepadatan. Kehadiran CSM secara mobile ini menjadi upaya memperkuat sentuhan pelayanan langsung, terutama pada puncak arus liburan.
Untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan selama frekuensi perjalanan meningkat, KAI juga menambah personel kebersihan yang bertugas di stasiun, rangkaian kereta, hingga layanan On Trip Cleaning (OTC).
Total 145 petugas cleaning service stasiun, 198 petugas OTC, dan 147 petugas cuci kereta disiapkan agar kebersihan fasilitas tetap terjaga sebelum, selama, dan setelah perjalanan. Adapun KAI mengajak masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal, mengecek ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI, serta mengikuti arahan petugas di lapangan untuk kelancaran bersama.
KAI berkomitmen menjaga standar keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan yang telah diperkuat khusus untuk periode angkutan akhir tahun. Informasi lebih lanjut mengenai perjalanan dan layanan kereta api, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon 121, WhatsApp 0811-222-33-121, email cs@kai.id, atau media sosial resmi @KAI121.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kondisi Tol Cipali Ramai Lancar pada Musim Libur Natal dan Tahun Baru
-
Aksi Judi Panco Malam Ramadan Dibubarkan Polisi di Mataram
-
Kata AirNav Indonesia, Dimasa Nataru Ini Jakarta-Denpasar Masih Jadi Rute Favorit Wisatawan
-
Mudik Nataru 2025/2026 Diprediksi Memuncak 20 Desember, Berikut Daftar Terminal yang Siap
-
Dispar DIY Pastikan Seluruh Destinasi Wisata Tetap Beroperasi Jelang Libur Nataru
-
Salam Khas Cirebon akan Dihidupkan Kembali
-
Konsumen Dibebani Biaya Tambahan, Service Charge Dipertanyakan Legalitasnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.