Banjir Lhokseumawe Lumpuhkan Asrama TNI, Anak Prajurit Terpaksa Tidur di Tumpukan Kain

Minggu, 23 Nov 2025, 21:09 WIB

BANDA ACEH - Hujan deras yang mengguyur Lhokseumawe selama sepekan memicu banjir hingga merendam rumah warga dan kompleks asrama TNI Korem 011/Lilawangsa, di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (23/11). 

Sejumlah prajurit dan keluarganya terpaksa mengungsi setelah air setinggi 40 sentimeter menggenangi rumah dinas mereka. Danrem 011, Kolonel Inf Ali Imran, menyebut kondisi ini menjadi pekerjaan penting yang harus segera ditangani.

Ket. Foto: Danrem Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran saat meninjau asrama TNI yang tergenang banjir, di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (22/11) malam. — Sumber: ANTARA/HO-Korem Lilawangsa

"Kita di Aceh itu rentan banjir, jadi bagaimana mau membantu warga, sedangkan kondisi rumah prajurit itu sendiri aja terendam banjir, ini PR bagi saya," kata Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Minggu.

Dia mengatakan hal itu, saat melakukan pengecekan langsung kondisi kompleks asrama rumah dinas TNI yang ikut terendam banjir.

Air juga menggenangi fasilitas umum di daerah itu.

Sejumlah pemukiman warga yang tergenang tersebut, yakni di Desa Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti dengan ketinggian air berkisar 40 centimeter. Banjir juga merendam sejumlah jalan desa dan kompleks militer Asrama TNI Hagu Selatan Korem 011/Lilawangsa.

Ia mengaku haru melihat kondisi yang dialami prajurit dan keluarganya, selain istirahat mereka terganggu, anak-anak prajurit juga ada yang terpaksa tidur di antara tumpukan kain di atas kursi.

Bahkan, kata dia, berdasarkan pengakuan anggota, prajurit bersama istrinya terpaksa menahan tidak tidur semalaman. Mereka berupaya menyelamatkan pakaian dan barang peralatan rumah lainnya agar tidak terendam air.

Dalam kesempatan ini, Kolonel Inf Ali Imran memerintahkan para prajurit yang rumahnya terendam segera mengevakuasi anak dan keluarga menempati mes satuan sampai kondisi benar-benar kembali stabil.

Apalagi, kata dia, banjir datang karena kondisi cuaca ekstrim yaitu hujan berkepanjangan dengan intensitas tinggi sejak sepakan ini hampir di seluruh Aceh.

Dia menambahkan kawasan Kota Lhokseumawe terdapat daerah dataran rendah.

Ia menduga kondisi selokan pembuangan air di daerah itu​​​ juga tersumbat, sehingga rentan terjadi banjir saat musim penghujan maupun pascarob.

Dirinya berpesan kepada para prajurit bahwa sehebat apapun, maka harus utamakan keluarga dahulu, terutama anak-anak.

"Apabila keluarga aman, apapun tugas yang diberikan itu, maka dengan mudah dapat diselesaikan,” katanya.

  • aceh
  • hujan ekstrem
  • banjir lhokseumawe
  • asrama tni

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.