Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perpustakaan Keliling DKI Jakarta Dapat Dukungan DPRD, Klaim Mampu Lawan Dominasi Internet

📅 Sabtu, 22 Nov 2025, 12:45 WIB | Oleh:
Perpustakaan Keliling DKI Jakarta Dapat Dukungan DPRD, Klaim Mampu Lawan Dominasi Internet Doc: Jaklitera

JAKARTA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta terus menggerakkan Program Perpustakaan Keliling sebagai upaya memperluas akses literasi bagi masyarakat di berbagai wilayah Ibu Kota. Program ini hadir untuk menjangkau kelompok masyarakat yang jauh dari fasilitas perpustakaan fisik sekaligus menghadirkan layanan membaca yang lebih mudah dan dekat dengan warga. Konsep layanan bergerak ini dinilai mampu menjadi solusi nyata untuk memperkuat budaya literasi yang semakin tergerus perkembangan teknologi digital.

Apresiasi terhadap program tersebut datang dari anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira dan Imamuddin, yang menilai layanan perpustakaan keliling sebagai inisiatif yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Keberadaan unit ini dianggap memberikan alternatif yang positif bagi anak-anak yang lebih banyak bersentuhan dengan gawai ketimbang dengan buku. Legislator menilai bahwa strategi jemput bola seperti ini memungkinkan literasi tumbuh secara lebih merata di berbagai lapisan masyarakat.

Menurut Farah, perpustakaan keliling merupakan terobosan penting untuk meningkatkan kemampuan membaca terutama bagi anak-anak yang tinggal jauh dari perpustakaan umum. Ia menilai pendekatan ini sangat efektif karena layanan bisa langsung hadir ke lingkungan tempat mereka tinggal. Dua kalimat tersebut menunjukkan betapa pentingnya intervensi literasi yang bersifat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Kami mohon mempertahankan unit layanan perpustakaan keliling dan program minat baca. Karena itu program yang baik," ujar Farah.

Farah juga mendorong Dispusip agar memperluas jangkauan layanan dan memastikan perpustakaan keliling hadir secara rutin di wilayah-wilayah yang membutuhkan. Ia menilai keberlanjutan program menjadi faktor penting agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Dua kalimat tersebut menggambarkan urgensi memperluas kehadiran program agar kualitas literasi di DKI Jakarta semakin meningkat.

Senada dengan Farah, anggota Komisi E Imamuddin menilai bahwa perpustakaan keliling telah dimanfaatkan secara maksimal oleh Dispusip DKI Jakarta. Ia mengapresiasi konsistensi layanan yang dinilai mampu menumbuhkan minat baca di tengah dominasi informasi digital. Menurutnya, strategi ini merupakan langkah penting untuk menghadirkan keseimbangan antara konsumsi konten digital dengan kebiasaan membaca buku secara fisik.

"Memasuki era serba internet, perpustakaan keliling mampu melawan dominasi itu," ucap Imamuddin.

Imamuddin menilai bahwa anak-anak masa kini cenderung lebih memilih bermain internet ketimbang membaca, sehingga layanan perpustakaan keliling hadir sebagai jawaban untuk mendekatkan buku kepada mereka. Kedekatan layanan tersebut dianggap mampu memicu rasa ingin tahu dan memotivasi mereka untuk kembali menikmati aktivitas membaca. Dua kalimat tersebut menjadi gambaran bahwa intervensi berbasis literasi sangat dibutuhkan dalam era digital yang serba cepat.

Ia menegaskan bahwa kehadiran perpustakaan keliling mampu mendukung peningkatan minat baca masyarakat yang mulai menjauh dari buku. Dengan pendekatan yang lebih menghibur, layanan ini mampu menarik perhatian anak-anak agar kembali berinteraksi dengan bahan bacaan berkualitas. Dua kalimat tersebut memperlihatkan bahwa aspek hiburan dalam pendekatan literasi juga berperan besar dalam meningkatkan daya tarik membaca.

"Sedikit sentuhan-sentuhan yang lebih menghibur bisa memancing anak-anak untuk datang ke perpustakaan," pungkas Imamuddin.

Upaya Dispusip DKI Jakarta melalui perpustakaan keliling menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan budaya literasi yang kuat dan inklusif. Kehadiran armada perpustakaan yang bergerak ke pelosok pemukiman warga diharapkan dapat membentuk kebiasaan membaca sejak usia dini. Dua kalimat tersebut menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Dengan dukungan legislatif, program ini diproyeksikan akan semakin diperluas dan dikembangkan agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh wilayah Jakarta. Harapannya, perpustakaan keliling dapat terus menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus menjadi media mengembalikan semangat membaca di tengah derasnya arus digitalisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.