Liga Inggris Setujui Reformasi Finansial Besar-besaran: Belanja Skuad Dibatasi 85 Persen Pendapatan
Sabtu, 22 Nov 2025, 18:35 WIBLONDON, INGGRIS â Klub-klub Premier League (Liga Inggris) resmi menyetujui reformasi besar-besaran dalam aturan finansial kompetisi, sebuah langkah yang dipandang sebagai upaya menata ulang ekosistem belanja klub agar lebih sehat dan berkelanjutan. Keputusan itu diambil dalam pemungutan suara pada hari Jumat (21/11) waktu setempat, dengan hasil 14 klub mendukung dan enam menolak.
Inti dari perubahan tersebut adalah penerapan model squad cost ratio (SCR), yang membatasi pengeluaran langsung terkait skuad, termasuk gaji pemain, biaya agen, hingga nilai transfer, maksimal 85 persen dari pendapatan sepak bola klub ditambah laba atau rugi dari transaksi jual-beli pemain.
UEFA telah lebih dulu mengoperasikan sistem serupa dengan batasan 70 persen, namun Premier League menilai versi baru ini lebih adaptif. Liga juga memberikan âjatah multi-tahunâ sebesar 30 persen, memungkinkan klub berbelanja melebihi batas SCR. Penggunaan jatah ini akan dikenai pungutan khusus yang berfungsi sebagai luxury tax. Jika jatah habis dan klub tetap melampaui ambang batas, maka sanksi olahraga seperti pengurangan poin akan diberlakukan.
Aturan baru ini akan berlaku mulai musim 2026-27 dengan fokus pada simplifikasi, hanya menghitung âbiaya sepak bolaâ tanpa celah manipulasi aset. Klub tidak lagi diperbolehkan menjual aset non-olahraga, seperti hotel atau tim wanita, kepada perusahaan terafiliasi untuk memperbesar ruang belanja. Praktik yang sebelumnya sempat dilakukan Chelsea pada 2023 kini tak lagi diperkenankan.
Selain SCR, klub-klub juga menyetujui aturan baru sustainability and systemic resilience (SSR) yang mengukur kesehatan finansial klub dalam rentang pendek hingga panjang melalui serangkaian uji ketahanan.
Meski demikian, klub menolak usulan mekanisme top-to-bottom anchoring yang akan membuat belanja skuad dibatasi maksimal lima kali pendapatan klub terbawah liga. PFA menilai aturan itu setara dengan penerapan batas gaji dan sempat mengancam akan memobilisasi aksi mogok.
Di bawah aturan PSR saat ini, klub diperbolehkan mencatatkan kerugian maksimal 105 juta pound dalam tiga musim berjalan. Pada musim 2023-24, Everton dan Nottingham Forest menjadi contoh klub yang dijatuhi pengurangan poin setelah melanggar ketentuan tersebut.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Drama 5 Jam di Tokyo Skytree: 20 Pengunjung Terjebak dalam Lift yang Berhenti Mendadak
-
LA Clippers Menang Tipis 103-102 atas Golden State Warriors
-
Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 Digelar Besok, Dimeriahkan 727 Tatung
-
Harga Emas Antam, Kamis (15/1), Lanjutkan Tren Naik, di Angka Rp2,675 Juta/Gram
-
Ungkapan Terima Kasih Spanyol atas Operasi Kemanusiaan Evakuasi KM Putri Sakinah
-
Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Bercerai
-
Ratusan Kantong Limbah Minyak Hitam Ganggu Aktivitas Nelayan dan Cemari Pariwisata di Bintan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.