Rupiah Masih Rentan, 11 Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026, 07:05 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih rentan kembali melemah hari ini (11/5), melanjutkan koreksi pada akhir pekan lalu. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sikap in­vestor yang menantikan perkembangan konflik di Timur Tengah dan data penting ekonomi di Amerika Serikat (AS), serta survei Bank Indonesia (BI) terkait optimisme masya­rakat terhadap prospek ekonomi dalam negeri ke depan. 

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat awal pekan ini, investor masih akan men­cermati perkembangan negosiasi geopolitik antara AS dan Iran. Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan rilis data te­naga kerja AS, non-farm payrolls (NFP), yang menjadi salah satu indikator penting arah kebijakan suku bunga The Fed.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dari dalam negeri, lanjutnya, investor akan mencermati rilis data indeks keyakinan konsumen Indonesia. Karena­nya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (11/5), bergerak fluktuatif di kisaran 17.300 - 17.450 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Seperti diketahui, sepanjang 2026, kurs rupiah terhadap dollar AS hingga 8 Mei telah melemah 562 poin atau seki­tar 3,35 persen menjadi Rp17.333 per dollar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (8/5), melemah 49 poin atau 0,28 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.382 rupiah per dollar AS.

“Pelemahan rupiah meningkat seiring tensi di Timur Tengah menengah pasca penyerangan AS ke Iran,” ujar Ke­pala Ekonom Permata Bank Josua Pardede.

Dia menambahkan tensi di Timur Tengah kembali me­ningkat pasca penyerangan AS ke Iran. Alhasil, harga mi­nyak global kembali meningkat dan dollar AS kembali tera­presiasi secara luas.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.