Defisit Anggaran Tetap Terkendali, Pemerintah Klaim Fiskal Aman Meski Penerimaan Turun

Kamis, 20 Nov 2025, 17:30 WIB

JAKARTA - Pemerintah memastikan defisit anggaran Indonesia pada periode Januari hingga Oktober 2025 tetap terjaga di angka 2,02 persen terhadap PDB dan menunjukkan stabilitas fiskal di tengah tekanan ekonomi global. Angka tersebut setara dengan Rp479,7 triliun dan menggambarkan kondisi pengelolaan fiskal yang tetap hati-hati.

Total penerimaan negara selama sepuluh bulan pertama mencapai Rp2.113,3 triliun dan menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pemerintah mencatat sebagian besar belanja negara difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai sektor strategis.

Ket. Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kabinet di Istana Negara Jakarta pada 20 Oktober 2025. — Sumber: ANTARA / Aditya Pradana Putra

"Jadi masih terkendali, di bawah proyeksi defisit fiskal 2,78 persen untuk tahun 2025. Ini mencerminkan komitmen kuat kita terhadap disiplin fiskal."

Belanja negara selama Januari sampai Oktober mencapai Rp2.593 triliun dan telah diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional yang tengah berjalan. Pemerintah menilai langkah tersebut penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi meskipun penerimaan negara sedang menurun.

Perbandingan data menunjukkan bahwa rasio defisit terhadap PDB mengalami peningkatan signifikan jika diukur dari periode yang sama pada 2024. Saat itu, defisit hanya berada di level 1,40 persen sehingga kenaikan tahun ini menjadi perhatian meski masih dalam batas aman fiskal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa tren pelemahan penerimaan negara terutama terjadi pada sektor perpajakan dan sektor lainnya. Kondisi tersebut diantisipasi melalui kebijakan belanja yang lebih terukur serta penekanan terhadap program yang memberikan dampak konkret pada perekonomian.

Penerimaan pajak hingga Oktober mencapai Rp1.459 triliun dan tetap menjadi kontributor terbesar dalam struktur penerimaan negara. Sementara itu, bea cukai menyumbang Rp249,3 triliun dan masih menunjukkan performa yang cukup baik di tengah fluktuasi perdagangan internasional.

PNBP atau penerimaan negara bukan pajak tercatat mencapai Rp402,4 triliun dan menambah struktur pendapatan negara dari berbagai sektor non-perpajakan. Meski demikian, jika dibandingkan dengan pencapaian Januari–Oktober 2024 yang mencapai Rp2.247,6 triliun, angka tahun ini masih mengalami koreksi.

Pemerintah telah menetapkan target pendapatan negara sepanjang tahun 2025 sebesar Rp2.865,5 triliun dan berharap realisasi akhir tahun akan semakin mendekati sasaran. Target tersebut dipandang realistis namun tetap membutuhkan optimalisasi di berbagai sektor penerimaan.

Pada sisi belanja, Indonesia berencana mengalokasikan maksimal Rp3.527,5 triliun untuk keseluruhan tahun 2025. Rencana belanja besar tersebut dirancang agar mampu menopang aktivitas ekonomi nasional dan memberikan stimulus yang diperlukan.

Belanja pemerintah pusat hingga Oktober telah mencapai Rp1.879,6 triliun dan diarahkan pada sektor-sektor strategis seperti perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, serta penguatan layanan publik. Pemerintah menyampaikan bahwa konsistensi belanja diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Transfer ke daerah juga cukup besar dengan angka Rp713,4 triliun selama sepuluh bulan pertama tahun ini. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mendorong pembangunan yang lebih merata.

Kondisi fiskal tahun 2025 menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara dengan pendekatan yang tetap berhati-hati. Meski defisit mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, pemerintah menegaskan bahwa posisinya masih aman dan dalam batas proyeksi.

Purbaya menekankan bahwa pemerintah akan terus mengawal disiplin fiskal sembari memastikan program-program prioritas tetap berjalan optimal. Ia menyebut bahwa penguatan penerimaan negara akan terus diupayakan melalui peningkatan kepatuhan pajak dan optimalisasi pendapatan non-pajak.

Kebijakan belanja negara pada 2025 diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional. Pemerintah menilai langkah fiskal yang terukur merupakan kunci untuk menjaga pertumbuhan dan stabilitas makroekonomi.

Proyeksi ekonomi ke depan menunjukkan Indonesia perlu tetap waspada terhadap potensi perlambatan global yang dapat memengaruhi penerimaan negara. Pemerintah menekankan bahwa koordinasi antarinstansi akan terus diperkuat untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Dengan kondisi defisit yang masih dalam batas aman, pemerintah optimistis dapat menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian fiskal yang tetap stabil. Langkah-langkah penguatan penerimaan dan efisiensi belanja menjadi fokus utama untuk menjaga kesehatan fiskal jangka menengah.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.