Abu Semeru Capai FL450, Apakah Penerbangan Masih Aman? Ini Penjelasan AirNav
Kamis, 20 Nov 2025, 17:54 WIBTANGERANG -Â Di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Semeru yang memicu status âRed Codeâ, AirNav Indonesia memastikan operasional penerbangan di sejumlah bandara di Jawa masih berjalan normal.
Pemantauan langit dilakukan intensif, sementara data ASHTAM terbaru menunjukkan sebaran abu vulkanik belum mencapai titik yang mengganggu keselamatan penerbangan.
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memastikan arus penerbangan di bandar udara tidak terganggu dengan peningkatan ativitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Sampai informasi ini kami terbitkan, situasinya belum pada kondisi yang memaksa untuk dilakukannya penutupan ruang udara karena ancaman awan abu vulkanik," kata EVP of Corporate Secretary
AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulis diterima di Tangerang, Kamis.
Ia menjelaskan, untuk saat ini aktivitas rute penerbangan khususnya di bandara-bandara sekitar Malang, Banyuwangi, Surabaya dan Yogyakarta, semuanya masih berjalan normal seperti biasanya.
"Tidak ada bandara yang ditutup dan sejauh ini tidak ada penerbangan yang dibatalkan," ucapnya.
Hermana menegaskan, AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap rute penerbangan maupun bandara-bandara yang berpotensi terdampak, serta secara konsisten menginformasikan perkembangan terkini melalui penerbitan ASHTAM.
"Update terakhir adalah ASHTAM nomor VAWR6038 yang kami rilis melalui International NOTAM Office AirNav Indonesia pada 20 November 2025, pukul 02:00 UTC (09.00 WIB)," paparnya.
Berdasarkan laporan ASHTAM, disebutkan status Gunung Semeru ditetapkan dengan status âRed Codeâ, atau yang berarti aktivitas letusan cukup signifikan dan berpotensi mengganggu jalur penerbangan.
Dimana, katanya, abu vulkanik terpantau berada pada dua ketinggian berbeda. Pada level rendah, sebaran abu berada pada permukaan hingga sekitar FL150 (±4.500 meter), bergerak ke tenggara dengan kecepatan angin sekitar 5 knot.
Kemudian, sebaran abu pada level tinggi, berada pada permukaan hingga sekitar FL450 (±13.500 meter), bergerak ke barat daya dengan kecepatan sekitar 15 knot.
"ASHTAM kami rilis kepada seluruh stakeholders yang berkepentingan, baik di dalam maupun luar negeri. Masa berlakunya 24 jam, hingga ada pemberitahuan lebih lanjut," jelasnya.
Dia bilang, data ASHTAM yang berisi informasi teknis menjadi acuan penting bagi seluruh pemangku kepentingan penerbangan dalam pengambilan keputusan terkait mitigasi, penyesuaian rute penerbangan, serta pengaturan lalu lintas udara.
"Dokumen ini diterbitkan sebagai peringatan keselamatan penerbangan karena Semeru terpantau masih mengeluarkan abu vulkanik," ungkapnya.
Ia menambahkan, informasi yang dikumpulkan NOTAM Office AirNav Indonesia dari pelbagai sumber antara lain citra satelit Himawari-8, kamera pemantau (webcam), serta data dari Pusat Vulkanologi (PVMBG).
Pada pengamatan terakhir sebelum ASHTAM dirilis, abu pada ketinggian tinggi sudah sulit terlihat karena tertutup awan cuaca, namun model pergerakan menunjukkan abu tersebut akan melemah dalam beberapa jam ke depan.
"Hari ini, kami juga menghimpun data dari hasil paper test yang dilakukan PT Angkasa Pura Indonesia maupun Kantor Otoritas bandara (Otban) pada bandara-bandara terdekat, seperti Bandara Abdurrahman Saleh (Malang), Bandara YIA dan Adi Sucipto (Yogjakarta) dan Bandara AdiSumarmo (Solo). Alhamdulillah, semua hasilnya negatif," kata dia.
Sebagaimana diketahui, status kewaspadaan Gunung Semeru ditetapkan pada Level IV (Awas) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Menyikapi itu, AirNav Indonesia secara berkala terus memperbarui informasi ini secara real-time kepada pilot dan maskapai untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga.
Pemutakhiran jalur penerbangan dilakukan apabila diperlukan, sesuai perkembangan terbaru dari pusat informasi vulkanik dan satelit cuaca.
- gunung semeru
- erupsi semeru
- penerbangan
- airnav indonesia
- red code
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Jaksel Peringkat Dua Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terbanyak, setelah Jaktim
-
Patung Macan Putih di Kediri
-
Utusan Khusus Australia Nyatakan Dukungan bagi Indonesia sebagai Ketua Dewan HAM PBB
-
Gunung Semeru Kembali Erupsi Tinggi Letusan Mencapai 800 Meter
-
Jobstreet by Seek Luncurkan Basic Talent Search: Akses 50 Juta Profil Kandidat Gratis!
-
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada Awan Panas dan Guguran Lava
-
Catatan Tentang Perjanjian 'Reciprocal Trade' Indonesia dengan Amerika (Bagian 1)
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.