Mendagri Ungkap Pemulihan Pascabencana Ditargetkan Tuntas dalam Tiga Tahun
Selasa, 07 Apr 2026, 18:30 WIBJAKARTA - Pemerintah menargetkan program pemulihan pascabencana di sejumlah daerah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga tahun. Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
âDari problema-problema atau masalah yang masih ada, seperti sungai yang perlu dipermanenkan dan lainnya, itu memerlukan waktu lebih kurang tiga tahun. Jadi inilah program pemulihan yang kita estimasi berlangsung selama tiga tahun,â kata Tito Karnavian dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (7/4).
Pemerintah telah menyiapkan rencana induk (renduk) pemulihan selama tiga tahun yang disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas sebagai dasar pelaksanaan program tersebut. Namun, Tito menyebut rencana tersebut akan kembali ditinjau untuk menentukan program prioritas yang harus diselesaikan lebih cepat pada tahun 2026.
âRenduk sudah dibuat oleh Bappenas untuk tiga tahun. Tapi atas perintah Menko PMK sebagai ketua tim pengarah, kami akan melakukan review mana yang prioritas penting untuk dikerjakan di 2026,â ujar dia.
Pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian tetap serta perbaikan jalan utama sebagai fokus percepatan pemulihan pascabencana pada tahun pertama. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat dan memastikan infrastruktur vital kembali berfungsi normal di wilayah terdampak.
âYang sangat penting dan mendasar kita usahakan selesai di tahun 2026. Yang masih bisa menunggu, kita kerjakan pada 2027 sampai 2028,â kata Tito.
Selain itu, pemerintah juga meminta dukungan pemerintah daerah agar proses pemulihan berjalan lebih cepat. Ia menyebut Presiden telah menambah alokasi Transfer ke Daerah (TKD) untuk tiga provinsi terdampak.
âBapak Presiden sudah memberikan tambahan TKD untuk seluruh kabupaten, kota, dan provinsi di tiga provinsi sebesar Rp10,6 triliun. Saya sudah membuat surat edaran, penggunaannya untuk penanganan percepatan pascabencana,â ucap Tito.
Sebelumnya, Pemerintah menyatakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera menunjukkan kemajuan signifikan. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Pratikno menegaskan saat ini pemerintah berfokus pada percepatan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Selain itu, ia juga telah menerima laporan mengenai perkembangan penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
âKami sudah memperoleh laporan secara lengkap mengenai progres penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Capaianya sudah sangat bagus, tetapi tentu kita harus melangkah ke tahap berikutnya,â kata Pratikno. ils/I-1
- Mendagri
- Pemulihan Pascabencana
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Mempercepat Pembangunan Pemukiman & Infrastruktur Pascabencana Aceh
-
Tindak Tegas Pelaku Praktik Manipulasi Harga Saham di Pasar Modal
-
Kunjungi Provinsi Sulut, Mendagri Bersama Menteri PKP dan Kepala BPS Tinjau Program Perumahan Rakyat di Minahasa
-
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
-
Sekolah terapkan PJJ di Jakarta
-
ASN Pemda Mulai Terapkan WFH Setiap Jumat Sesuai SE Mendagri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.