Dukung Keberlanjutan Pariwisata Kepulauan Seribu, BI DKI Tanam 12.000 Mangrove

Senin, 17 Nov 2025, 18:37 WIB

JAKARTA-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan menegaskan perlunya keterlibatan berbagai pihak demi keberlanjutan kegiatan pariwisata di Pulau Seribu, Jakarta. Hal itu untuk mendukung transisi ekonomi hijau di tengah tantangan perubahan iklim.

"Sebab yang ditonjolkan pariwisata Kepulauan Seribu ialah alamnya, makanya kita perlu jaga lingkungannya agar tetap lestari, kita tanam mangrove untuk menahan abrasi,"ucapnya melalui keterangannya saat melaksanakan kegiatan Penanaman 12.000 Mangrove di Pantai Kresek Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Senin (17/11).

Ket. Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan (tengah) bersama jajaran BI DKI dan stakeholder terkait secara simbolik melaksanakan kegiatan Penanaman 12.000 Mangrove di Pantai Kresek Kepulauan Seribu, pada Senin (17/11). — Sumber: istimewa

Adapun kegiatan dengan tema kegiatan "Menanam Harapan, Menjaga Kehidupan” ini merupakan bagian dari implementasi offset emisi Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025, sebagai langkah nyata mengimbangi jejak karbon penyelenggaraan KKI serta mendukung komitmen nasional menuju net zero emission dan penguatan ekonomi hijau. 

Kegiatan dilaksanakan dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Kelurahan Pari, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Iwan mengucapkan, Indonesia memiliki sekitar 3,4 juta hektar hutan mangrove, atau 23 persen dari total mangrove dunia, yang berperan penting sebagai benteng pesisir, penahan abrasi, habitat biota laut, serta penyerap karbon dengan kapasitas tinggi. 

Rehabilitasi mangrove menjadi strategi penting dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. "Kegiatan penanaman mangrove ini bukan hanya bagian dari kegiatan lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi daerah,"ungkap Iwan menegaskan.

Perubahan Iklim 

Perubahan iklim kini menjadi tantangan global yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi daerah dan ketahanan sektor pariwisata. Bank Indonesia ujarnya terus memperkuat peran dalam mendorong transisi menuju ekonomi hijau melalui beberapa kebijakan strategis, antara lain pengembangan keuangan berkelanjutan, pengembangan Kalkulator Hijau sebagai alat untuk mengukur potensi pengurangan emisi, penguatan ekosistem UMKM Hijau, serta perluasan transaksi digital rendah emisi seperti QRIS.

Selain itu, langkah-langkah penguatan ekonomi hijau, digitalisasi sistem pembayaran, dan dukungan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hijau merupakan bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. 

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan masyarakat Kepulauan Seribu memperkuat kolaborasi dalam pembangunan ekonomi daerah yang ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan. "Sinergi ini menjadi fondasi green growth, di mana pertumbuhan ekonomi tidak lagi ditukar dengan degradasi lingkungan, melainkan dibangun melalui upaya pelestarian alam,"pungkas Iwan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.