Cegah Abrasi Wilayah Pesisir, Pemkot Kendari Tanam 1.000 Mangrove

Selasa, 28 Jul 2026, 14:25 WIB

KENDARI - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menanam 1.000 pohon mangrove di wilayah pesisir Kelurahan Mata, Kecamatan Kendari, sebagai upaya mencegah abrasi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Amir Hasan saat dihubungi di Kendari, Selasa (28/7), mengatakan bahwa penanaman mangrove tersebut merupakan komitmen Pemkot untuk terus mendukung pelestarian mangrove sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Ket. Foto: Tanam mangrove di wilayah pesisir Kendari. — Sumber: antara foto

“Pemerintah Kota Kendari tetap memberikan perhatian penuh terhadap pelaksanaan peringatan Hari Mangrove Sedunia sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” kata Amir Hasan.

Dia menyebutkan bahwa mangrove memiliki peran strategis bagi Kota Kendari yang berada di kawasan Teluk Kendari karena berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi, mengurangi energi gelombang, menahan intrusi air laut, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir.

"Penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga produktivitas laut, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang," ujarnya.

Amir Hasan menjelaskan bahwa selain melindungi kawasan pesisir, ekosistem mangrove juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim karena mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar atau dikenal sebagai blue carbon ecosystem.

"Kegiatan penanaman mangrove sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang aksi terhadap perubahan iklim dan tujuan ke-14 mengenai pelestarian ekosistem lau," jelas Amir Hasan.

Dia menegaskan keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari komitmen seluruh pihak untuk merawatnya hingga tumbuh menjadi hutan mangrove yang sehat.

Karena itu, ia mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, sekolah, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian mangrove melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Cegah Karhutla Makin Meluas, Tahura Dishut Kalsel Bentuk 18 Masyarakat Peduli Api

Cegah Karhutla Makin Meluas, Balikpapan Resmi Larang Warga Bakar Sampah

Api dan Asap Karhutla Mengancam Kaltara, Puluhan Personel Polda Diterjunkan

Karhutla Kalbar Makin Membara, TNI AU Kerahkan Pesawat CASA untuk Modifikasi Cuaca

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, 12.880 Personel Turun Tangan

Ancaman Karhutla Makin Serius, Tujuh Kabupaten/Kota di Kalsel Masuk Status Siaga Darurat

Cegah Dampak Karhutla Makin Parah, Anggota DPR RI Serukan Penguatan Mitigasi Kebakaran

Bikin Cemas! Kabut Asap Pekat Ganggu Penerbangan, Pesawat ke Bandara Muara Teweh Kembali Dibatalkan

Publik Dibuat Heboh, Artis Ruben Onsu Jadi Tersangka Penggelapan Investasi Rp3,5 Miliar

Pertunjukan Seni kolosal "Hikayat Srikandi Nusantara" dalam Pagelaran Sabang Merauke

Menggunakan Rorak untuk Mengurangi Risiko Banjir

Mewaspadai Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Malut

Mematangkan Persiapan Festival Budaya Irau Malinau 2026

Prestasi Agen BRI Life Bersinar di TADEA 2026, Raih Enam Penghargaan

FIBA 3x3 Beijing Challenger 2026 Manghadirkan Tim Unggulan Dunia

Desound Showroom Melawai Hadirkan Pengalaman Audio dalam Konsep Lima Lantai

Akses Patimban Dipercepat, GT Cipeundeuy Jadi Andalan Baru Distribusi Logistik

Restrukturisasi PT PP Disiapkan, Babak Baru Konsolidasi BUMN Dimulai

Dari Semangka Berpaling ke Cabai, Petani Tanah Bumbu Cari Harga yang Lebih Bersahabat

Kemnaker Perkuat Pemandu Gunung NTB, Pariwisata Bersiap Tancap Gas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.