Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Turki Tutup Wilayah Udara untuk Mencegah Pengiriman Helikopter Serang Apache ke India, Geopolitik Indo-Pasifik Berguncang

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 00:03 WIB | Oleh:

Situasi ini menyoroti ketergantungan India pada pesawat angkut asing seperti AN-124, yang terbatas dan semakin rentan terhadap tekanan geopolitik.

Mengapa Turki Mencegah Apache

Penolakan Turki ini bukan masalah teknis atau administratif, tetapi sinyal geopolitik yang disengaja di tengah hubungan India-Turki yang memburuk.

Ankara telah menonjol sebagai pendukung kuat Pakistan, terutama dalam isu-isu sensitif Kashmir, dengan pernyataan berulang yang menggambarkan Kashmir sebagai “ancaman terhadap perdamaian” dan menyerukan solusi berdasarkan mandat PBB.

Pernyataan ini membuat marah New Delhi, yang menganggap Kashmir sebagai urusan dalam negeri.

Ketegangan meningkat tajam selama Operasi Sindoor pada Mei 2025 ketika India melancarkan serangan balasan di wilayah Pakistan setelah serangan teroris di Pahalgam, yang memicu kecaman dari Turki.

Dukungan material Turki ke Pakistan selama konflik, termasuk pengiriman Drone Bayraktar TB2 dan sistem medan perang lainnya, semakin memperkuat ketidakpercayaan India terhadap Ankara.

India menanggapi dengan kampanye “Boikot Turki” yang mempengaruhi impor barang-barang Turki dan hubungan ekonomi bilateral.

Pada Oktober 2025, para pejabat India juga tidak menghadiri perayaan Hari Nasional Turki di New Delhi, sebuah langkah simbolis mencerminkan tingkat peregangan.

Turki, di sisi lain, memperkuat hubungan pertahanan dengan Pakistan dan Bangladesh, membentuk poros strategis yang menantang pengaruh India di Asia Selatan.

Persaingan Turki dengan Israel – salah satu mitra pertahanan paling penting di India – memperburuk hubungan bilateral.

Dalam konteks ini, penolakan wilayah udara atas pengiriman Apache menjadi pesan diplomatik berdampak tinggi dan berbiaya rendah.

Ankara ingin menunjukkan bahwa mereka mampu menggunakan posisi geografisnya di persimpangan Eropa-Asia untuk menekan India, terutama dalam hal meningkatkan keuntungan militer India atas Pakistan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.