Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prajurit TNI Diingatkan Menhan untuk Dekat dan Harmonis dengan Rakyat

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 20:19 WIB | Oleh:
Prajurit TNI Diingatkan Menhan untuk Dekat dan Harmonis dengan Rakyat Doc: ANTARA/HO/Kodam IM
Ket. Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan kepada prajurit di sela-sela kunjungan ke Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 857/Gana Gajahsora (GG) di Kabupaten Pidie, Aceh, Minggu (16/11).

BANDA ACAH - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan kepada prajurit TNI AD untuk selalu dekat serta menjaga hubungan harmonis dengan rakyat.

"Tanpa rakyat, kita bukan siapa-siapa. Jagalah kedekatan dengan rakyat, karena mereka adalah kekuatan utama kita,” kata Sjafrie Sjamsoeddin dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Minggu (16/11).

Pernyataan itu disampaikan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 857/Gana Gajahsora (GG) di Kabupaten Pidie, Aceh. Turut didampingi Pangdam IM Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian tugas Kementerian Pertahanan meninjau kesiapan operasional satuan teritorial, sekaligus memperkuat pembinaan prajurit yang bertugas di wilayah.

Menhan memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah fasilitas pendukung, termasuk dapur umum dan barak prajurit yang ditinjaunya.

Dalam pengarahannya, Sjafrie menegaskan, TNI lahir dari rakyat, karena itu harus senantiasa menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat, bersikap ramah dan membantu dalam setiap tugas pembinaan teritorial.

Menhan RI juga berpesan mengenai disiplin dan identitas prajurit TNI. Pasukan harus memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga dan terus menjaga kehormatan diri serta satuan.

"Disiplin adalah kunci utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Prajurit harus siap bertempur menghadapi segala ancaman negara, dan semuanya berawal dari kedisiplinan yang tinggi,” ujarnya.

Selain itu, Menhan menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan negara. Maka, prajurit harus menghindari tindakan kekerasan internal maupun antar-satuan.

"Jiwa korsa harus dijaga dan dimaknai untuk memperkuat solidaritas, bukan untuk menonjolkan arogansi atau merusak keharmonisan," tegas Sjafrie Sjamsoeddin.

Selain Pangdam IM, kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), sejumlah pejabat Kemhan, serta pejabat utama Kodam IM seperti Kasdam IM, para Asisten Kasdam, Danrem 011/Lilawangsa, dan Dandim 0102/Pidie. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.