Menbud Ajak Generasi Muda untuk Eksplorasi Kreatif Musik Tradisi Melalui Teknologi Modern
📅 Minggu, 16 Nov 2025, 23:00 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Kementerian Kebudayaan
JEPARA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengajak generasi muda untuk berani mengolah musik tradisi melalui teknologi modern. Menurutnya, tradisi adalah jembatan penting antara masa lalu dan masa depan.
Hal itu disampaikannya dalam pembukaan Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI): Ethno Groove Devanilaya 2025. Festival musik ini menampilkan kolaborasi komunitas etnik dari tujuh daerah di Jawa Tengah.
"Teknologi musik digital, mulai dari perangkat lunak rekaman, sampler, hingga platform streaming, bukanlah ancaman. Melainkan mikrofon raksasa yang siap memperdengarkan suara-suara leluhur kita ke seluruh penjuru dunia," kata Menbud dalam keterangan pers, Minggu (16/11).
Dalam mendukung perkembangan musik tradisi, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menghadirkan program Penguatan Ekosistem Musik. Program tersebut menciptakan kolaborasi berbagai pegiat musik, termasuk Konferensi Musik Indonesia dan Manajemen Talenta Nasional (MTN) bidang musik.
Ia menjelaskan FMTI pun telah diikuti puluhan seniman dan mendatangkan lebih dari 10.000 pengunjung. Tidak hanya itu, acara ini menjadi sarana mempresentasikan karya musik tradisi di berbagai daerah dengan tata kelola modern dan profesional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, ia juga menyoroti kekayaan musik tradisi Jawa, yang tidak hanya sebagai hiburan melainkan sebagai filsafat hidup. Contohnya saja kesenian musik Kentrung dan Emprak yang kini telah digabungkan dengan inovasi teknologi modern.
"Inilah yang kemudian menjadi contoh bagaimana musik tradisi mampu beradaptasi dengan zaman. Sehingga acara FMTI menjadi ruang eksperimen di mana warisan leluhur bertemu dengan kreativitas digital abad ke-21," ujar dia.
Ia menambahkan, melalui eksperimen tersebut menjadi bukti bahwa musik tradisi tidaklah usang. Mereka menjadi sumber daya tidak terbatas yang siap diolah oleh kreativitas generasi muda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Direktur Program FMTI, Gondrong Gunarto, menyampaikan FMTI lahir dari semangat untuk merayakan keberagaman bunyi Nusantara. FMTI mampu menautkan tradisi dan kekinian dalam satu ruang perjumpaan yang hangat, terbuka, dan kreatif.
"Melalui Ethno Groove Devanilaya, kami berupaya menegaskan bahwa musik tradisi bukanlah artefak masa lalu. Melainkan denyut kehidupan yang terus berdialog dengan zaman," ucap dia.
Ia berharap festival ini bisa menjadi ruang belajar bersama, dan berbagi inspirasi. Adapun upaya untuk menumbuhkan ekosistem musik tradisi agar terus berkelanjutan. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!