Kanada Siaga Kepentingan Intelijen Russia di Kawasan Arktik

Sabtu, 15 Nov 2025, 15:52 WIB

WASHINGTON DC - Direktur Badan Intelijen Keamanan Kanada (CSIS) Daniel Rogers pada Kamis (13/11) mengatakan bahwa Russia dan Tiongkok diduga memiliki kepentingan intelijen di wilayah Arktik (Kutub Utara) Kanada.

"Kedua negara tersebut, dan negara-negara lain, memiliki kepentingan intelijen yang cukup besar di Arktik kita dan mereka yang memengaruhi atau mengembangkan potensi ekonomi atau strategisnya," kata Rogers.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/SEBASTIEN ST-JEAN

"Oleh karena itu, tidak mengherankan jika CSIS mengamati upaya pengumpulan intelijen siber dan non-siber yang menargetkan pemerintah dan sektor swasta di kawasan ini," imbuh Rogers.

Rogers menambahkan bahwa Moskow dan Beijing ingin mengamankan pengaruh strategis dan ekonomi mereka di kawasan tersebut.

"Negara-negara non-Arktik, termasuk Republik Rakyat Tiongkok, berupaya mendapatkan pijakan strategis dan ekonomi di kawasan tersebut. Russia, negara Arktik yang memiliki kehadiran militer signifikan di kawasan, tetap tidak dapat diprediksi dan agresif," imbuhnya.

Pada 4 November, Russia dan Tiongkok mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di wilayah Arktik.

Pada Oktober 2024, Daniel Rogers menjadi direktur baru CSIS. Rogers sebelumnya menjabat sebagai wakil penasihat keamanan nasional dan intelijen untuk perdana menteri. Dia juga bekerja di Communications Security Establishment (CSE) selama satu dekade. Ant/Sputnik-OANA

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.