Gedung Putih Sebut Alibaba Bantu Militer Tiongkok Targetkan AS

Sabtu, 15 Nov 2025, 09:27 WIB

WASHINGTON - Washington menuduh pasar daring Alibaba menyediakan dukungan teknologi untuk operasi militer Tiongkok terhadap target di Amerika Serikat, kata Financial Times pada Jumat (14/11), mengutip memo Gedung Putih.

Memo keamanan nasional tersebut mencakup intelijen rahasia yang telah dideklasifikasi tentang bagaimana kelompok Tiongkok memasok Tentara Pembebasan Rakyat dengan kemampuan yang diyakini Gedung Putih mengancam keamanan AS, FT melaporkan.

Ket. Foto: Logo Alibaba dipajang di Beijing, Tiongkok, 10 September 2025. — Sumber: CNA/Reuters

Laporan itu tidak merinci kemampuan atau operasi apa yang terlibat, atau apakah AS berusaha menanggapi dengan cara apa pun.

Saham Alibaba yang diperdagangkan di AS turun 4,2 persen setelah berita tersebut.

"Pernyataan dan sindiran dalam artikel tersebut sepenuhnya salah," kata Alibaba dalam sebuah pernyataan.

Kami mempertanyakan motivasi di balik kebocoran anonim tersebut, yang diakui FT tidak dapat mereka verifikasi. Operasi humas yang jahat ini jelas berasal dari pihak jahat yang ingin merusak kesepakatan dagang Presiden Trump baru-baru ini dengan Tiongkok.

Kedutaan Besar Tiongkok di Washington membantah laporan tersebut, dan mengatakan Tiongkok menentang dan menindak semua bentuk serangan siber sesuai dengan hukum.

"Tanpa bukti yang valid, AS langsung mengambil kesimpulan yang tidak berdasar dan membuat tuduhan yang tidak berdasar terhadap Tiongkok. Tindakan ini sangat tidak bertanggung jawab dan merupakan pemutarbalikan fakta yang lengkap. Tiongkok dengan tegas menentang hal ini," ujar juru bicara kedutaan Liu Pengyu dalam sebuah pernyataan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.