Bahaya Judol Mengintai Anak Sekolah, OJK Tasikmalaya Langsung Turun Tangan!
Rabu, 19 Agu 2026, 01:55 WIBTASIKMALAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Bank BJB mengedukasi puluhan pelajar SMP anggota Pramuka di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (18/8). Langkah ini dilakukan guna memperkuat literasi keuangan sejak dini sekaligus membentengi generasi muda dari ancaman pinjaman daring (pinjol) ilegal dan judi online yang kian marak disamarkan lewat game online.
"Dalam edukasi tersebut, pelajar diajak memahami pentingnya mengelola keuangan sejak usia sekolah, antara lain dengan membedakan kebutuhan dan keinginan," kata Anggota Tim Edukasi OJK Tasikmalaya, Nur Izmi di Tasikmalaya, Selasa.
Ia menuturkan, OJK Tasikmalaya bersama Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) Tasikmalaya mengedukasi pelajar tentang edukasi keuangan kepada 91 anggota Pramuka di SMPN 2 Tasikmalaya, dan SMPN 1 Tasikmalaya.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pramuka tersebut, kata dia, bagian upaya OJK membekali generasi muda dalam mengelola keuangan secara bijak, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal yang berkembang di tengah maraknya penggunaan teknologi digital.
Kegiatan bertemakan "Edukasi Keuangan: Cerdas Keuangan dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal" itu, kata dia, menyampaikan materi yang interaktif disesuaikan dengan kehidupan pelajar, mulai dari pengenalan peran dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan, hingga pengenalan berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal.
Ia menegaskan, pelajar diberi pemahaman terkait menyusun anggaran sederhana dan membiasakan diri menabung karena kebiasaan tersebut sejalan dengan nilai kepramukaan yang menanamkan sikap disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
"Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan cerdas dalam mengambil keputusan keuangan," kata Nur Izmi.
Ia menambahkan, OJK mengingatkan pelajar untuk menghindari perilaku keuangan yang dapat mendorong pengeluaran secara tidak terkendali seperti perilaku ikut-ikutan orang lain atau mengikuti tren, mencari pengakuan dari lingkungan, atau mengejar kesenangan sesaat.
Selain pengelolaan keuangan, kata dia, pelajar juga diberikan pemahaman mengenai pinjaman daring legal dan ilegal, kemudian karakteristik penyelenggara daring yang legal serta risiko pinjaman daring ilegal, sekaligus dapat memahami legalitas suatu layanan keuangan sebelum menggunakannya, dan menjaga keamanan data pribadi.
Tim OJK juga memberikan edukasi mengenai bahaya judi daring, termasuk modus perjudian yang disamarkan melalui permainan atau "game online", kemudian dikenalkan dengan sejumlah istilah yang kerap digunakan dalam aktivitas judi daring agar mampu mengenali indikasinya dan tidak mudah terjebak.
"Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar," katanya.
- judi online
- literasi keuangan
- ojk tasikmalaya
- pinjol ilegal
- pramuka smp
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Sompo Indonesia perkuat literasi perlindungan perjalanan bagi calon pelajar internasional
-
Bukan Cuma Soal Uang, Ini 2 Manfaat Dana Darurat yang Bikin Kamu Lebih Tenang
-
Banjir Mengintai, Bandung Benahi 547 Irigasi dan Siapkan Rp947 Miliar
-
Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.
-
BMKG Prakirakan Potensi Hujan di Sebagian Besar Kota di Wilayah RI pada Selasa
-
Seskab Bagikan Momen Prabowo Berbincang dengan Modi, Putin, dan Xi Jinping di Sela-sela KTT BRICS
-
Tiongkok Bantah Sensor Video Bencana Banjir Bandang di Perbatasan Nepal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.