- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia Tegur Dubes Jepang ...
Russia Tegur Dubes Jepang Terkait Pulau Sengketa
Rabu, 19 Agu 2026, 02:30 WIBMOSKWA â Russia pada Selasa (18/8) menegur Duta Besar Jepang untuk Moskwa terkait sengketa Kepulauan Kuril, yang dikunjungi Presiden Vladimir Putin untuk pertama kalinya pekan lalu.
Hubungan bilateral antara Jepang dan Russia telah lama tegang karena Kepulauan Kuril, yang dikenal di Jepang sebagai Wilayah Utara.
Uni Soviet merebut pulau-pulau tersebut pada tahun 1945, menjelang akhir Perang Dunia II, kemudian mengusir penduduk Jepang dari kepulauan tersebut
Presiden Putin mengunjungi kepulauan itu Kamis (13/8) lalu, yang mendorong Jepang untuk memanggil Duta Besar Russia sebagai bentuk protes dan Russia pun mengikuti langkah tersebut.
âSetelah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Russia, Duta Besar Jepang, Akira Muto, diberitahu bahwa kedaulatan dan yurisdiksi Russia atas Kepulauan Kuril selatan tidak tergoyahkan," demikian pernyataan resmi Moskwa.
Ditambahkan pula bahwa mengingat dukungan Jepang terhadap Ukraina, Moskwa berhak untuk mengambil tindakan balasan yang sesuai.
Kunjungan Putin ke Kepulauan Kuril merupakan perjalanan pertama presiden Russia ke kepulauan tersebut sejak Dmitry Medvedev pada tahun 2010.
Setelah kunjungan Presiden Putin, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan bahwa pulau-pulau tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Jepang, baik secara historis maupun berdasarkan hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Russia pada hari Selasa menyebut pernyataan-pernyataan tersebut sebagai anti-Russia dan menyampaikan protes keras.
Dubes Muto awalnya dipanggil pada hari Senin (17/8), tetapi dia tidak langsung memenuhi panggilan tersebut.
Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov, kemudian mengatakan bahwa Tokyo telah melampaui batas kesopanan.
Stasiun penyiaran publik Jepang NHK melaporkan bahwa Dubes Muto awalnya tidak menanggapi karena khawatir Russia akan mendominasi pembicaraan tersebut.
âTokyo memutuskan untuk menerima panggilan tersebut setelah pertimbangan internal,â lapor NHK yang mengutip narasumber yang tidak disebutkan namanya.
Peringatan
Hubungan antara Jepang dan Russia memburuk sejak konflik skala penuh di Ukraina dimulai pada tahun 2022.
Jepang sendiri telah bergabung dengan negara-negara G7 lainnya dalam menjatuhkan sanksi kepada Russia dan membantu Kyiv.
Ukraina, seperti halnya Amerika Serikat (AS), mengakui kedaulatan Jepang atas pulau-pulau yang disengketakan.
Para analis mengatakan kunjungan Presiden Putin ke Kepulauan Kuril mungkin bertujuan untuk memperingatkan Jepang agar tidak memperdalam dukungannya terhadap Ukraina, yang berpotensi termasuk pasokan langsung misil Patriot, dan agar tidak bekerja sama lebih erat dengan NATO.
Saat ini Jepang hanya memberikan bantuan pertahanan non-mematikan kepada Ukraina.
Meskipun Jepang telah melonggarkan pembatasan ekspor pertahanan dalam beberapa tahun terakhir, negara itu masih dilarang memasok peralatan militer mematikan secara langsung ke negara yang sedang berperang, termasuk Ukraina. AFP/I-1
- NATO
- Kepulauan Kuril
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
AVC Girls' U-18: Tim Bola Voli Putri Indonesia Takluk dari Juara Bertahan Jepang
-
Brasil vs Maroko: Laga Tim Favorit Juara Kontra Kuda Hitam Afrika di Piala Dunia 2026
-
Memberdayakan PPID Sebagai Corong Informasi Publik
-
Mengapa Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri? Guru Besar UNAND Beberkan Penyebabnya
-
Disdik Depok Buka Posko Pengaduan SPMB dari TK hingga SMPN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.