Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia-Brasil Perkuat Kerja Sama Iklim dan Biodiversity

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Indonesia-Brasil Perkuat Kerja Sama Iklim dan Biodiversity Doc: ANTARA
Ket. Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq (kanan) melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Brasil Marina Silva di sela-sela pelaksanaan Konferensi COP30 di Belém, Brasil, Rabu (12/11) waktu setempat.

BELEM - Pemerintah Indonesia dan Brasil menyepakati untuk memperkuat kerja sama iklim, keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan pascakunjungan Presiden Brasil ke Indonesia.

"Kami bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Brasil Marina Silva. Kami bersama-sama mengelaborasi langkah-langkah yang kita lakukan bersama dalam COP30. Beberapa hal yang kita bicarakan dan saling supportkita akan tindak lanjuti langkah-langkah membangun bilateral," kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di sela-sela pelaksanaan Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Belém, Brasil, Rabu (12/11) waktu setempat.

Hal itu dikatakannya usai bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Brasil Marina Silva. Keduanya membahas Tropical Forest Forever Facility (TFFF) yang diinisiasi oleh pemerintah Brasil.

"Indonesia mendukung sepenuhnya upaya inisiatif dari pemerintah Brasil dalam program Tropical Forest Forever Facility. Jadi pemerintah Indonesia mencoba memberikan akses pendanaan atas perintah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Hanif Faisol Nurofiq.

TFFF merupakan fasilitas pendanaan sebesar 125 miliar dolar AS untuk mendukung negara-negara berhutan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Indonesia akan berpartisipasi aktif di dalam TFFF dan telah berkomitmen untuk menyamai kontribusi Brasil.

Dalam pertemuan itu juga dibahas upaya restorasi lahan gambut melalui restorasi tropical peatland.

Rencananya dalam waktu dekat Indonesia akan membuat kesepakatan bersama dengan tiga negara, yakni Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, dan Peru, terkait dengan restorasi gambut.

Pemulihan lahan gambut ini bertujuan untuk menghasilkan karbon bermutu tinggi yang nantinya diharapkan bisa memiliki nilai ekonomi lewat perdagangan karbon juga untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.