Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhub Ajak Swasta Kembangkan Skytrain Feeder LRT Jabodebek

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenhub Ajak Swasta Kembangkan Skytrain Feeder LRT Jabodebek Doc: Antara
Ket. Sekretaris Jenderal Kemenhub Antoni Arif Priadi dalam Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (13/11).

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang bagi swasta dalam pengembangan KA feeder LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor menggunakan kereta gantung atau skytrain.

"Swasta diminta silakan kalau ada yang berminat nanti seperti apa," ujar Sekretaris Jenderal Kemenhub Antoni Arif Priadi dalam Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (13/11).

Kemenhub berencana untuk menyambungkan LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor yang saat ini terhenti di stasiun Harjamukti (Cibubur) ke Mekarsari dan wilayah sekitarnya, menggunakan kereta gantung sebagai kereta pengumpan (feeder) LRT.

Alasan dipilihnya moda kereta gantung sebagai feeder LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor karena permasalahan lahan.

Indikasi biaya kereta pengumpan LRT indikatif biaya suspended monorail/skytrain berkisar antara Rp4,48 triliun sampai dengan Rp10,61 triliun. Rencana konstruksi jalur dan stasiun dilakukan secara layang (elevated) dengan panjang jalur skytrain tersebut kurang lebih 21,44 kilometer, kecepatan rata-rata 40-50 km/jam dan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Skema pembiayaan untuk skytrain feeder LRT tersebut bersifat investasi murni (dukungan non-fiskal), dan potensi populasi terlayani sekitar 26 ribu penduduk.

Sebagai informasi, Kemenhub mengkaji proyek rencana penggunaan skytrain yang akan menghubungkan wilayah Tangerang Selatan dan Bogor sebagai moda pengumpan (feeder) untuk mendukung jaringan transportasi massal seperti MRT Jakarta dan LRT Jabodebek.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengatakan pengembangan moda transportasi baru seperti kereta gantung juga tengah dievaluasi karena dapat menjadi solusi efisien, hemat biaya, dan minim gangguan terhadap lingkungan perkotaan yang padat.

Selain mendorong peralihan masyarakat ke angkutan umum, dia berharap proyek tersebut juga mampu mengurangi kemacetan serta memperbaiki kualitas udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Di samping itu, dengan berkurangnya kendaraan umum, kata dia, polusi udara di Jakarta akan makin lebih baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.