Impor Baja Tiongkok Tinggi, Legislator Serukan Selamatkan Industri Baja Nasional
📅 Kamis, 13 Nov 2025, 22:58 WIB | Oleh: Tim RedaksiLebih lanjut, Rivqy menyoroti pernyataan Kemenperin yang telah menegaskan bahwa banyak mesin pabrik baja nasional sudah tua dan tidak efisien, sementara produsen China menggunakan teknologi modern yang lebih produktif dan ramah lingkungan. Akibatnya, biaya produksi di Indonesia jauh lebih tinggi dan kualitas produk sering tidak konsisten.
“Maka kami mendesak pemerintah untuk segera menyiapkan skema insentif fiskal dan pembiayaan investasi teknologi baru, termasuk kemudahan bagi pelaku industri baja untuk modernisasi mesin dan penerapan teknologi hijau,” tegas Rivqy.
“Saatnya merevitalisasi total berbagai aspek, termasuk arah kebijakan, demi penyelamatan industri baja nasional,” imbuh Legislator dari Dapil Jawa Timur IV itu.
Rivqy pun menilai perluasan riset dan pengembangan (R&D) di sektor metalurgi, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta transfer teknologi dari mitra strategis menjadi langkah penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi baja impor, tetapi produsen baja berkualitas global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan analisis CORE Indonesia, terdapat selisih besar antara data ekspor baja China ke Indonesia dan data impor resmi Indonesia, serta indikasi kuat adanya masuknya produk baja secara ilegal atau undervaluation yang merugikan industri nasional.
Rivqy menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap jalur impor baja, baik melalui pelabuhan utama maupun jalur tidak resmi.
“Kita tidak bisa membiarkan pasar domestik dibanjiri produk baja murah yang masuk tanpa kontrol. Pemerintah harus memperkuat mekanisme safeguard dan bea masuk anti-dumping untuk melindungi industri baja nasional,” ujar Rivqy.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!