Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Baleg DPR: Media Penyiaran Diusulkan Bebas Bayar Royalti Musik

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 20:15 WIB | Oleh:
Baleg DPR: Media Penyiaran Diusulkan Bebas Bayar Royalti Musik Doc: RRI/Chairul Umam
Ket. Anggota Baleg DPR RI, Eric Hermawan

JAKARTA - Anggota Baleg DPR RI, Eric Hermawan, menyampaikan pandangannya terkait perlakuan royalti bagi media penyiaran dan platform digital nonkomersial. Ia mengusulkan agar TikTok, YouTube, televisi, dan radio dibebaskan dari kewajiban membayar royalti musik.

Hal itu diungkapkannya pada saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (11/11). Rapat ini merupakan bagian dari proses penyusunan revisi atas Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

"Kalau diperkenankan lembaga-lembaga seperti YouTube, TV, TikTok dan radio. Saya rasa menurut saya lebih baik dibebaskan daripada hak cipta," ujar dia dalam keterangan pers yang diterima Kamis (13/11).

Menurut dia, platform-platform tersebut berperan penting dalam mempromosikan karya para pencipta lagu dan musisi. Sehingga para musisi tidak merasa terbebankan oleh royalti lagu.

Pernyataan Eric disampaikan di hadapan sejumlah pemangku kepentingan industri musik. Di antaranya,  Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), Vibrasi Suara Indonesia (VISI), dan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI).

"Karena mereka ini kan yang memancarkan, yang mempromosikan. Saya rasa wajar untuk tidak dikenakan oleh hak cipta, kecuali untuk komersial," kata Eric.

Perwakilan VISI, Nazril Irham alias Ariel NOAH, menyampaikan bahwa distribusi royalti yang tidak berjalan selama dua bulan terakhir. Hal ini tentunya akan berdampak pada pendapatan pencipta lagu.

"Kami butuh kepastian agar royalti bisa jalan dulu, sebelum Undang-Undangnya selesai," ujar dia. Menurut dia, kepastian ini akan memberikan titik kesejahteraan bagi para musisi Indonesia.

Sementara itu, Ketua AKSI Satriyo Yudi Wahono alias Piyu menyoroti sistem manajemen kolektif yang masih manual dan tidak efisien. Ia menyampaikan kekhawatiran terhadap usulan pembebasan royalti yang tidak bisa menggantikan hak ekonomi pencipta.

"Kami mendukung distribusi karya. Tapi royalti tetap harus dibayar sebagai bentuk penghargaan," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.