Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendag Roro: Pembaruan Kemitraan ASEAN–Jepang Kunci Hadapi Dinamika Global

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 20:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamendag Roro: Pembaruan Kemitraan ASEAN–Jepang Kunci Hadapi Dinamika Global Doc: ANTARA/ Kuntum Riswan
Ket. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti saat menyampaikan pidato sambutan dalam ASEAN-Japan Symposium di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

JAKARTA – Kemitraan ASEAN–Jepang mencerminkan hubungan strategis yang telah berkembang dari kerja sama ekonomi menjadi kemitraan komprehensif di bidang perdagangan, investasi, konektivitas, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.

Jepang menjadi salah satu mitra utama ASEAN dalam mendukung pembangunan infrastruktur, transisi energi bersih, serta penguatan rantai pasok kawasan melalui inisiatif seperti ASEAN–Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) dan Asia Zero Emission Community (AZEC).

Kemitraan ini memperkuat stabilitas ekonomi dan geopolitik Asia Tenggara, terutama di tengah ketegangan global dan pergeseran rantai pasok dunia.

Jepang memandang ASEAN sebagai mitra kunci dalam menjaga arus perdagangan bebas dan inklusif, sementara ASEAN memanfaatkan kolaborasi ini untuk meningkatkan daya saing dan resiliensi ekonomi kawasan.

Sinergi yang erat antara kedua pihak menjadi fondasi penting menuju pertumbuhan ekonomi hijau dan integrasi kawasan yang berkelanjutan.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menyoroti pentingnya pembaruan kemitraan antara Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Jepang, terutama di sektor ekonomi, dalam menghadapi tantangan geoekonomi.

“Untuk memastikan bahwa kerangka kerja kita tetap relevan dan adaptif terhadap dunia bisnis modern, ASEAN dan Jepang perlu mengeksplorasi kemungkinan pembaruan aturan, standar, serta perjanjian yang telah ada,” kata Wamendag Roro dalam ASEAN-Japan Symposium di Jakarta, Selasa (11/11).

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif ASEAN–Jepang (AJCEP) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), menjadi dua kerangka kerja sama perdagangan yang disebut Wamendag Roro penting untuk dibahas pembaruannya.

Pertemuan khusus tingkat menteri ASEAN dengan partisipasi Jepang, sebutnya, telah berlangsung untuk memberikan berbagai masukan dalam merespons perkembangan ekonomi global terbaru dan menerjemahkan kebutuhan strategis menjadi kebijakan konkret serta aksi regional yang efektif.

Secara khusus, Satuan Tugas Geoekonomi ASEAN, telah dibentuk dalam pertemuan yang digelar di Malaysia pada April 2025 lalu dan diformalisasi beberapa bulan setelahnya.

Roro menjelaskan bahwa secara esensial, satuan tugas ini merupakan dewan penasihat yang fokus untuk menilai dampak tarif AS terhadap ASEAN, mengidentifikasi risiko dan peluang utama untuk memperkuat ketahanan dan daya saing ekonomi ASEAN, serta menyusun. rekomendasi kebijakan agar ASEAN dapat menavigasi tantangan baru yang muncul.

“Hal ini menekankan pentingnya ASEAN bersatu, menjaga rasa persatuan, dan tetap berkembang meski menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks,” ucapnya.

Lebih lanjut, Roro juga menyoroti sejumlah bidang kerja sama yang bisa meningkatkan hubungan ekonomi antara ASEAN dan Jepang. Pertama, kolaborasi pada inovasi untuk ketahanan rantai pasok. Lalu, mempercepat transformasi digital untuk memastikan perdagangan yang lebih efisien dan efektif.

Kemudian, transfer pengetahuan dan pemahaman dalam menghadapi transisi energi. Roro menuturkan bahwa Indonesia telah menandatangani Perjanjian Paris dan telah berkomitmen pada tujuan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Kejutan di French Open! Ube...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.