Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nelayan-Pelaku Wisata Labuan Bajo Diimbau Waspada Awan Cumulonimbus

📅 Senin, 10 Nov 2025, 16:07 WIB | Oleh:
Nelayan-Pelaku Wisata Labuan Bajo Diimbau Waspada Awan Cumulonimbus Doc: ANTARA/Gecio Viana
Ket. Kapal wisata saat parkir di perairan laut Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) .

Labuan Bajo -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan, pelaku wisata bahari, dan operator kapal, agar mewaspadai pertumbuhan awan Cumulonimbus atau awan hitam yang berpotensi menimbulkan angin kencang berdurasi singkat, serta hujan lebat, dan petir.

"Kondisi ini bisa menyebabkan gelombang naik lebih tinggi dari yang diprakirakan dan berisiko bagi kapal kecil maupun wisata di perairan terbuka," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin.

Maria menambahkan saat ini wilayah Manggarai Barat telah memasuki musim hujan, sehingga tinggi gelombang di perairan laut akan bervariatif.

Secara umum, kata dia,  kenaikan tinggi gelombang akibat awan Cumulonimbus dan hujan petir bisa bervariasi tergantung intensitas sistem dari awannya.

"Misalnya ada kumpulan awan Cumulonimbus yang cukup banyak dan kadang bisa ditandai dengan suara petir yang sangat besar, maka angin kencangnya bisa sangat kuat atau squall line, dan potensi kenaikannya bisa lebih dari dua meter secara lokal dan hanya terjadi sesaat," ungkap Maria.

Maria meminta para nelayan, pelaku wisata bahari, dan operator kapal, agar menunda keberangkatan atau pelayaran kapal wisata jika melihat ada awan gelap menjulang di langit.

"Namun bagi yang sudah berada di laut, segera cari perlindungan di pulau terdekat atau teluk yang aman hingga cuaca kembali membaik dan diharapkan tetap pantau informasi cuaca dari BMKG dan selalu utamakan keselamatan di laut," katanya.

Sebelumnya BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin hingga Kamis (10-13/11).

“Sejumlah wilayah perairan NTT berpotensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter pada 10 hingga 13 November 2025,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga.

Ia mengatakan tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di wilayah perairan Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Sabu-Raijua, dan perairan selatan Timor-Rote.

Sementara itu pola angin di NTT pada umumnya bergerak dari arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan angin berkisar 8 sampai 30 knot.

“Waspada terhadap awan Cumulonimbus (awan gelap seperti bunga kol) yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba,” kata Yandri.

Ia mengatakan BMKG telah menerbitkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku sejak Senin (10/11) sampai dengan Kamis (13/10).

Selain itu pihaknya menyarankan mengutamakan keselamatan pelayaran kepada pengguna jasa transportasi laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

40 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

46 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.