Pesawat Kargo UPS Jatuh di Dekat Bandara Louisville, 3 Orang Tewas, 11 Lainnya Luka-luka
📅 Rabu, 05 Nov 2025, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: PBS/USA Today
WASHINGTON - Sebuah pesawat kargo UPS jatuh tak lama setelah lepas landas pada hari Selasa (4/11) dari Bandara Internasional Louisville di Kentucky. Tiga orang tewas dan 11 lainnya luka-luka.
Pesawat meledak dan terbakar saat menabrak area bisnis yang berdekatan dengan bandara, mengirimkan gumpalan asap hitam tebal ke area tersebut.
Badan Penerbangan Federal AS (FAA) mengatakan pesawat McDonnell Douglas MD-11 yang sedang terbang menuju Hawaii jatuh sekitar pukul 17.15 waktu setempat (22.15 GMT).
Gubernur Kentucky Andy Beshear mengatakan dalam jumpa pers, ia memperkirakan jumlah korban tewas dan luka-luka akan bertambah, jumlah korban saat ini hanya mencakup mereka yang berada di darat dan saat ini tercatat.
UPS mengatakan dalam sebuah pernyataan, tiga awak berada di dalam pesawat. "Kami belum mengonfirmasi adanya korban luka/korban."
Sebaiknya Anda baca juga:
Beshear mengatakan status ketiga awak tersebut tidak diketahui. Ia menyatakan "sangat prihatin" terhadap mereka.
Penyebab kecelakaan sedang diselidiki oleh FAA dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB).
Video yang dibagikan penyiar lokal WLKY menunjukkan mesin kiri pesawat terbakar saat mencoba lepas landas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Louisville berfungsi sebagai hub udara utama UPS di AS, menurut lembar fakta perusahaan.
Raksasa pengiriman paket ini terbang ke lebih dari 200 negara melalui hampir 2.000 penerbangan per hari, dengan armada 516 pesawat. UPS memiliki 294 pesawat dan menyewa sisanya melalui sewa jangka pendek atau carter.
Rekaman udara dari lokasi kecelakaan menunjukkan jejak puing yang panjang saat petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke api, dengan asap mengepul dari area bencana.
Gubernur Beshear mengatakan pesawat itu menabrak fasilitas daur ulang minyak bumi "cukup langsung."
Penutupan Pemerintah
Kecelakaan itu terjadi saat penutupan pemerintah AS masih berlangsung. Menteri Perhubungan Sean Duffy memperingatkan "kekacauan massal" pada Selasa pagi karena kurangnya staf kontrol lalu lintas udara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!