Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beijing Tingkatkan Analisis Ilmiah Cadangan Air di Tibet

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 16:06 WIB | Oleh:
Beijing Tingkatkan Analisis Ilmiah Cadangan Air di Tibet Doc: AFP/TAUSEEF MUSTAFA

LANZHOU - Para ilmuwan Tiongkok melakukan penilaian komprehensif terhadap lereng-lereng bukit di Pegunungan Qilian, salah satu sumber air utama di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, yang memberikan wawasan bagi pengelolaan sumber daya air dan perancangan rekayasa ekologis.

Studi ini memberikan wawasan baru tentang proses hidrologi tanah pada skala lereng bukit di daerah pegunungan, khususnya di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, dengan temuan itu telah dipublikasikan dalam Journal of Hydrology, menurut Universitas Lanzhou.

Daerah pegunungan merupakan sumber air yang penting. Pemahaman yang mendalam mengenai respons kelembapan tanah lereng bukit terhadap curah hujan dan mekanisme pengendalian terkait sangat penting untuk memahami bagaimana curah hujan terbagi menjadi limpasan, penyimpanan air dalam tanah, dan pengisian kembali air bawah tanah.

"Kami bertujuan mengungkap mekanisme yang mengatur respons kelembapan tanah lereng bukit terhadap curah hujan, terutama di daerah pegunungan tinggi yang minim data, melalui observasi hidrologi multiskala jangka panjang yang komprehensif di Pegunungan Qilian," kata Zhang Baoqing, profesor di Fakultas Ilmu Bumi dan Lingkungan, Universitas Lanzhou.

Pegunungan Qilian merupakan perisai ekologis utama di Tiongkok bagian barat yang membentang di perbatasan antara provinsi Gansu dan Qinghai di Tiongkok barat laut. Tim peneliti membangun jaringan observasi kelembapan tanah pada skala lereng yang terdiri dari 15 lokasi pemantauan di lereng padang rumput di pegunungan tersebut.

Studi ini didasarkan pada observasi in-situ dengan kepadatan tinggi di lereng bukit padang rumput pegunungan tinggi yang khas. Berdasarkan arah dan posisi lereng, sebanyak 15 lokasi pemantauan diklasifikasikan menjadi lereng semi-cerah (semi-sunny slope), lembah (lereng tengah), dan lereng cerah (sunny slope).

Para ilmuwan mengevaluasi pola respons kelembapan tanah menggunakan ambang batas curah hujan, peningkatan kelembapan tanah, dan peningkatan kapasitas penyimpanan tanah.

"Kami menggunakan data pemantauan lapangan jangka panjang untuk mengungkap bagaimana kelembapan tanah di berbagai lokasi di Pegunungan Qilian merespons curah hujan. Lebih jelasnya, ini seperti pemindaian mendetail terhadap sumber air vital Dataran Tinggi Qinghai-Tibet ini," ujar Tian Jie, profesor di Fakultas Ilmu Bumi dan Lingkungan, Universitas Lanzhou.

Studi itu menemukan adanya heterogenitas spasiotemporal skala kecil yang jelas pada permukaan lereng, dengan ambang batas curah hujan sangat bervariasi di berbagai titik dan pola spasial yang muncul sesuai dengan arah lereng.

Setelah hujan, lembah secara umum menunjukkan peningkatan kelembapan tanah yang lebih besar, mengindikasikan bahwa aliran tanah tak jenuh lateral memainkan peran penting dalam redistribusi air di sepanjang lereng dan penyimpanan air di lembah. Dalam hal dinamika temporal, curah hujan merupakan faktor dominan yang mendorong peningkatan kelembapan tanah, menurut studi tersebut.

Secara keseluruhan, interaksi antara faktor lingkungan, topografi, dan vegetasi menyebabkan kompleksitas dan heterogenitas dalam proses hidrologi tanah yang signifikan di lereng pegunungan tinggi, papar studi itu.

Studi tersebut juga mengungkap bahwa air cenderung "bergerak secara horizontal," dengan bagian tengah dan bawah lereng bukit berfungsi sebagai "cekungan penampung air," sementara sebagian besar air hujan tetap berada di permukaan.

"Berkat observasi dan studi multiskala ini, kami berhasil mengungkap proses mikroskopis tentang bagaimana air hujan menjadi sumber daya air yang berharga di pegunungan tinggi. Hal ini mengingatkan kita untuk mempertimbangkan perbedaan spasial curah hujan dalam menyusun proyek pengelolaan sumber daya air dan perlindungan ekologis di pegunungan, terutama di daerah dataran tinggi," imbuh Zhang. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.