Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komitmen untuk Melestarikan Bahasa Daerah Lewat Festival Literasi

📅 Senin, 03 Nov 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Komitmen untuk Melestarikan Bahasa Daerah Lewat Festival Literasi Doc: Antara

Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berkomitmen terus melestarikan bahasa daerah, termasuk Bahasa Using, salah satunya dengan rutin menggelar Festival Literasi Using tiap tahun dengan melibatkan pelajar SD hingga SMP.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengemukakan Bahasa Using merupakan bagian dari kekayaan budaya Suku Using (suku asli Banyuwangi) selain seni dan tradisinya yang perlu terus dilestarikan.

"Oleh karena itu upaya pelestarian bahasa sejak dini dengan melibatkan pelajar menjadi sangat penting untuk membangkitkan kembali kebiasaan dan kebanggaan terhadap bahasa lokal," katanya di Banyuwangi, Senin.

Festival Literasi Using yang digelar Pemkab Banyuwangi tiap tahun, lanjutnya, menjadi wujud nyata komitmen melestarikan bahasa daerah melalui jalur pendidikan.

Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih pada semua pihak yang telah terlibat dalam Festival Literasi Using, mulai dari para guru dan orang tua yang telah mendampingi anak-anak.

"Ini adalah ikhtiar bersama, lewat Festival Literasi Using, kami tidak hanya melestarikan budaya, tapi dengan membangun literasi, kita juga memupuk masa depan anak-anak yang lebih berkualitas dan cemerlang," tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno menambahkan para juara Festival Literasi Using nantinya akan dikirim untuk mengikuti lomba di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Timur.

"Sejak tahun 2023, perwakilan dari Banyuwangi selalu menang dan mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional," katanya.

Festival Literasi Using tahun ini, diikuti 400 pelajar tingkat SD-SMP se-Banyuwangi, dan kegiatan yang memasuki tahun ke-5 pelaksanaan ini melombakan tujuh kategori.

Yakni menulis aksara (menulis kalimat Using), tulis cerpen, baca puisi, menyanyi (nembang), stand up comedy dan bercerita, khusus untuk kategori SD, lomba ditambah satu kategori yakni bermain sandiwara (Memengan Sandiworo).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.