BI Optimistis: Ekonomi RI 2025 Tumbuh Hingga 5,5 Persen

Senin, 03 Nov 2025, 21:50 WIB

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan berada di kisaran 4,7–5,5 persen, mencerminkan optimisme terhadap ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

Proyeksi ini didukung oleh stabilitas makroekonomi, peningkatan konsumsi rumah tangga, serta akselerasi investasi dan ekspor.

Ket. Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (kedua dari kanan) dalam konferensi pers pasca Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV 2025 di Jakarta, Senin (3/11/2025). — Sumber: ANTARA/ Muhammad Baqir Idrus Alatas

BI menilai kebijakan moneter yang tetap hati-hati dan sinergi dengan kebijakan fiskal pemerintah akan menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan, sekaligus mengendalikan risiko dari gejolak eksternal dan dinamika pasar keuangan global.

“Untuk keseluruhan tahun 2025, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan sedikit di atas titik tengah, kisaran 4,7 persen sampai 5,5 persen,” ujarnya dalam konferensi pers pasca Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV 2025 di Jakarta, Senin.

Terkait proyeksi hingga akhir tahun, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan III dan IV tahun 2025 akan lebih tinggi dari triwulan tahun lalu dengan periode yang sama.

Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih kuat, salah satunya didorong oleh kinerja ekspor yang tetap solid di tengah perlambatan ekonomi global.

Permintaan terhadap komoditas unggulan seperti mineral, produk manufaktur, dan hasil pertanian masih menopang surplus neraca perdagangan.

Kinerja ekspor yang positif ini menunjukkan daya saing industri nasional yang membaik, sekaligus menjadi penopang penting bagi stabilitas nilai tukar dan cadangan devisa.

Namun demikian, keberlanjutan ekspor perlu dijaga melalui diversifikasi pasar dan peningkatan nilai tambah produk, agar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi tetap optimal.

Selain itu juga berbagai kebijakan untuk mendorong kredit dan pembiayaan, serta beberapa implementasi proyek prioritas pemerintah mengenai ketahanan pangan, energi, pertahanan, keamanan, maupun paket kebijakan ekonomi pemerintah tahun 2025.

Dalam kerangka koordinasi yang erat dengan pemerintah maupun dalam KSSK, lanjut Perry, BI terus memperkuat bauran kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian yang sejalan dengan program-program prioritas pemerintah (Asta Cita)

“Kebijakan moneter Bank Indonesia diarahkan pada keseimbangan untuk menjaga stabilitas serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi, pro stability and growth,” ucap Gubernur BI.

“Sementara itu, kebijakan makro prudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. kebijakan makro prudensial dan sistem pembayaran dalam bauran kebijakan Bank Indonesia didukung oleh kebijakan pendalaman pasar keuangan, kebijakan ekonomi keuangan inklusif dan hijau, serta kebijakan internasional,” ungkap dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.