Bengawan Jero Jadi Tumpuan, Distribusi Air Pertanian Diperketat
Selasa, 11 Agu 2026, 21:50 WIBLAMONGAN â Memastikan kebutuhan irigasi pertanian tetap terpenuhi selama musim kemarau menjadi kunci menjaga produksi pangan dan mencegah risiko puso.
Keterbatasan air dapat mengganggu pola tanam, menekan produktivitas, dan pada akhirnya memengaruhi pasokan serta harga pangan.
Karena itu, pengelolaan sumber daya air perlu diperkuat melalui optimalisasi waduk dan embung, efisiensi distribusi irigasi, pemanfaatan sumber air alternatif, serta penyesuaian pola tanam.
Langkah ini penting agar tekanan kemarau tidak berkembang menjadi gangguan ketahanan pangan dan pendapatan petani.
Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengendalikan distribusi air Bengawan Jero untuk memastikan kebutuhan irigasi pertanian tetap terpenuhi selama musim kemarau, terutama bagi tanaman padi musim tanam kedua (MT II).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, Mugito di Lamongan, Senin, mengatakan pengendalian dilakukan melalui monitoring jaringan irigasi Bengawan Jero hingga Dam Corong di perbatasan Lamongan-Gresik.
"Kebutuhan air pada Agustus masih cukup tinggi karena wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero masih memasuki masa tanam padi MT II. Karena itu kami memperkuat koordinasi lintas wilayah agar distribusi air tetap terjaga," katanya.
Ia menjelaskan hasil pemantauan menunjukkan wilayah hilir Kecamatan Glagah mulai memasuki masa panen, sedangkan sebagian wilayah hilir Kabupaten Gresik telah selesai panen dan mulai beralih ke aktivitas tambak.
Untuk menjaga ketersediaan air, lanjut dia, Pemkab Lamongan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Glagah dan Pemerintah Desa Wedoro agar petani yang telah selesai panen menunda sementara aktivitas menaikkan air untuk tambak. Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama petugas pengelola Dam Corong dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur.
"Saat ini dua dari lima pintu air Dam Corong dibuka untuk mengatur aliran air sekaligus menahan intrusi air asin ke arah hulu," katanya.
Pemkab setempat juga berkoordinasi dengan UPT Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur wilayah Gresik-Lamongan terkait pengaturan operasional pompa tambak di wilayah hilir Gresik secara bergantian.
Pengaturan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas debit air sekaligus mengakomodasi kebutuhan irigasi pertanian di wilayah setempat.
Berdasarkan data DKPP Lamongan, luas baku sawah di daerah Bengawan Jero tersebut mencapai sekitar 96 ribu hektare sehingga pengelolaan distribusi air menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau.
- irigasi
- Pemkab Lamongan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Prasasti Poyangan Sebuah Literasi yang Terkubur
-
Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Santai: Indonesia Sudah Punya Pengalaman
-
Operasi Trisila II TNI AL Digelar di Palu, Gubernur Sulteng Soroti Pentingnya Selat Makassar
-
Tiga Aspek Ketahanan Bangunan dalam Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
-
Kementan dan Kementerian PU Percepat Pembangunan Irigasi untuk Antisipasi Kekeringan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.