Kolaborasi Pemkab dan Perusahaan Digenjot, Wisata Batu Ampar Dibangun Lebih Agresif
Minggu, 28 Jun 2026, 18:10 WIBPONTIANAK â Pengembangan kawasan wisata berbasis konservasi mangrove menjadi strategi yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.
Selain menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat melalui sektor pariwisata, pendekatan ini juga berperan menjaga ekosistem pesisir, mengurangi abrasi, serta meningkatkan kapasitas penyerapan karbon.
Keberhasilan konsep tersebut bergantung pada pengelolaan yang berkelanjutan, keterlibatan masyarakat lokal, dan keseimbangan antara pemanfaatan wisata dengan upaya konservasi agar manfaat ekonomi tidak mengorbankan fungsi ekologis mangrove.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggandeng sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Batu Ampar untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata berbasis konservasi mangrove sebagai destinasi unggulan baru di Kalimantan Barat.
"Kita melibatkan perusahaan-perusahaan yang ada di Batu Ampar agar bersama-sama membangun kawasan ini. Kolaborasi ini penting agar pengembangan wisata berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo saat meninjau lokasi pengembangan wisata Batu Ampar bersama jajaran organisasi perangkat daerah Kabupaten Kubu Raya dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (28/6).
Bupati mengatakan keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam percepatan penataan kawasan wisata melalui dukungan pembangunan berbagai fasilitas publik dan penataan lingkungan.
Menurut dia, pengembangan kawasan wisata Batu Ampar kini telah memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah menargetkan sejumlah fasilitas utama dapat diselesaikan dalam tiga bulan ke depan sehingga kawasan tersebut segera dipromosikan sebagai destinasi wisata baru.
Berbagai infrastruktur yang akan dibangun meliputi peningkatan akses jalan menuju kawasan wisata, fasilitas sanitasi, penerangan jalan, serta penataan kawasan agar memiliki daya tarik yang lebih baik bagi wisatawan.
Sujiwo menegaskan pengembangan wisata Batu Ampar tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan konsep kawasan yang tertata, bersih, dan nyaman sehingga mampu memberikan pengalaman wisata yang berkesan.
Selain kawasan Bukit Talang, pemerintah juga mengembangkan sejumlah destinasi pendukung seperti wisata edukasi mangrove, jalur sepeda, lintasan hiking, area berkemah, lokasi pembesaran kepiting, hingga jalur wisata sepanjang sekitar 500 meter yang membelah kawasan mangrove.
Menurut Sujiwo, Batu Ampar memiliki potensi wisata alam yang besar, termasuk Pulau Gelanggang yang menawarkan panorama matahari terbenam sehingga berpeluang menjadi salah satu daya tarik wisata di Kalimantan Barat.
"Untuk memperkuat aksesibilitas, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar guna meningkatkan infrastruktur jalan menuju Batu Ampar dan Teluk Nibung. Peningkatan konektivitas tersebut akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun berikutnya," tuturnya.
Ia mengatakan pengembangan kawasan wisata diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat melalui meningkatnya permintaan homestay, berkembangnya usaha kuliner dan UMKM, serta terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Di sisi lain, Sujiwo menegaskan pembangunan kawasan wisata tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan menjaga kelestarian hutan mangrove sebagai ekosistem utama pesisir Batu Ampar. Pengembangan sektor pariwisata diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat konservasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya Batu Ampar sebagai kawasan wisata berbasis mangrove yang mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir," katanya.
Kawasan hutan mangrove di Kecamatan Batu Ampar itu memiliki luas sekitar 60.000 hektare lebih yang mencakup area hutan lindung seluas 25.000 hektare. Keunggulan hutan mangrove itu yaitu telah diakui sebagai salah satu habitat mangrove terlengkap dan terluas di dunia.
- Pemkab Kubu Raya
- Batu Ampar
- ekowisata mangrove
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hutan mangrove Sigending Berau
-
Bank Papua Dorong UMKM Naik Kelas lewat Pelatihan dan Pembiayaan
-
PSG Disingkirkan Tim Sekota, Parif FC dari Ajang Piala Prancis
-
Proliga 2026: Livin' Mandiri Buka Peluang ke Final Four Usai Tumbangkan Pemuncak Klasemen
-
Kota Bekasi Mengharuskan Penggalian Jaringan Terintegrasi, Jangan Parsial
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.