Ngeri, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Talaud

Minggu, 02 Nov 2025, 19:34 WIB

MANADO – Para nelayan dan yang aktif di perairan Kepulauan Talaud harus ekstrawaspada potensi gelombang setinggi 4 meter. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi bahaya ini.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 6 November 2025," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror di Manado, Minggu. Ricky mengatakan, terpantau adanya siklon tropis 'Kalmaegi' di Samudra Pasifik Utara sebelah Timur Filipina dengan kecepatan angin maksimum sekitar 45 knot (83 kilometer/jam) dan tekanan udara minimum 998 hPa.

Ket. Foto: ramalan cuaca — Sumber: ant

Angin dominan dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6 - 25 knot. Kecepatan angin maksimum berpotensi terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dapat meningkatkan potensi gelombang tinggi di wilayah tersebut.

Tinggi gelombang antara 1,25 - 2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di wilayah perairan selatan Sulawesi Utara, perairan Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro). Selanjutnya, wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, Laut Sulawesi dan Laut Maluku.

Warga diharapkan mewaspadai risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran, misalkan perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang, memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Sementara, kapal Feri, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.

Jateng Selatan

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir pada 2–4 November di Jawa Tengah bagian selatan.

"Wilayah Jateng bagian selatan khususnya Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir pada 2-4 November," kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Minggu.

Ia mengatakan hal itu disebabkan kondisi atmosfer saat ini menunjukkan dinamika yang cukup aktif karena dipicu oleh beberapa faktor skala regional dan lokal. Dalam hal ini, Indeks Dipole Mode (DMI) berada pada nilai negatif 1,61 atau jauh di bawah kondisi normal yang berada pada kisaran 0,4 sehingga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia bagian barat, yang berdampak pada tingginya potensi pertumbuhan awan hujan di Jawa, Sumatera, dan sebagian Kalimantan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.