Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kolombia Ekstradisi 9 Warganya ke AS terkait Kartel Narkoba

3 Minggu, 02 Nov 2025, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kolombia Ekstradisi 9 Warganya ke AS terkait Kartel Narkoba Kolombia Ekstradisi 9 Warganya ke AS terkait Kartel Narkoba Doc: AFP
Ket. Anggota Kepolisian Nasional Kolombia mengawal Daniel Barrera (tengah), alias "El Loco" (Si Gila), gembong narkoba paling terkenal, saat proses ekstradisi ke AS di Bogota, Kolombia, pada 9 Juli 2013.

MEX - Kolombia mengekstradisi sembilan warga negaranya yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba dan keanggotaan kelompok kriminal ke Amerika Serikat, kata Menteri Pertahanan Pedro Arnulfo Sanchez.

“@PoliciaColombia kami, bekerja sama dengan kantor @INTERPOL_HQ dan otoritas AS, hari ini menyerahkan sembilan warga Kolombia yang dicari atas tuduhan perdagangan narkoba dan konspirasi untuk melakukan kejahatan,” kata Sanchez melalui platform X.

Menurut Sanchez, salah satu yang diekstradisi adalah “Negro Frank,” yang merupakan wakil pemimpin organisasi kriminal lokal “El Loco” Barrera dan diketahui menjalin kerja sama bisnis dengan kartel Los Zetas asal Meksiko.

“Tidak ada toleransi terhadap kejahatan lintas negara. Keberhasilan ini memperkuat aliansi strategis dengan Amerika Serikat, mendorong kerja sama internasional dalam bidang hukum dan keamanan, serta mengirimkan pesan tegas kepada para pelaku perdagangan kematian: mereka tidak akan mendapat perlindungan atau impunitas di Kolombia,” tegas Sanchez.

Ketegangan diplomatik antara Washington dan Bogota sebelumnya menyebabkan Presiden Kolombia Gustavo Petro menarik Duta Besar Kolombia untuk AS, Daniel Garcia-Pena, pada 20 Oktober.

Namun, setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Yolanda Villavicencio Mapy dan Kuasa Usaha AS John McNamara pada Kamis, Bogota mengumumkan akan mengembalikan duta besarnya ke Washington.

Meski Kolombia menunjukkan sikap yang lebih akomodatif, ketegangan tetap tinggi.

Pada Jumat, Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Petro, putranya Nicolas Petro, Ibu Negara Veronica Alcocer, dan Menteri Dalam Negeri Armando Benedetti.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menuduh Petro membiarkan kartel narkoba berkembang di Kolombia dan menyatakan bahwa produksi kokain “meledak” selama masa pemerintahannya. Petro dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Polri Mutasi 264 Perwira Ti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya   

Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.