• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Gelar Kerajaan Harry dan M...

Gelar Kerajaan Harry dan Meghan Jadi Sorotan, Target Selanjutnya Setelah Gelar Pangeran Andrew Dicopot?

Minggu, 02 Nov 2025, 14:35 WIB

Setelah Raja Charles III mencabut gelar "pangeran" adiknya, Andrew, dan memaksanya meninggalkan rumahnya di Windsor, pengamat kerajaan mengisyaratkan Pangeran Harry dan istrinya Meghan mungkin akan mendapatkan perlakuan yang sama.

Mengutip Newsweek, setelah meningkatnya tekanan atas kehidupan pribadi anak ketiga Ratu Inggris Elizabeth II, Andrew Mountbatten-Windsor, dan keterlibatannya dengan pelaku kejahatan seksual anak Jeffrey Epstein, Istana Buckingham pada hari Kamis (30/10) mengumumkan Andrew akan kehilangan semua gelar kerajaannya dan diperintahkan untuk meninggalkan rumah besarnya yang memiliki 30 kamar di Windsor, untuk pindah ke kediaman pribadi Charles di Norfolk, Inggris timur.

Ket. Foto: Pangeran Harry dan Meghan, menghadiri Perayaan Selamat Datang Whistler pada hari kedua Invictus Games 2025 pada 10 Februari 2025, di Whistler, British Columbia. — Sumber: Newsweek

Sementara itu, telah terjadi diskusi yang berlangsung sejak 2020 di sejumlah media Inggris mengenai pencabutan gelar Harry dan Meghan. Diketahui, pasangan ini telah mengundurkan diri dari tugas Kerajaan dan pindah ke Amerika.

Pencabutan gelar kerajaan ada dalam wewenang raja saat ini, yang dilakukan dengan menerbitkan ' surat paten ', sebuah dokumen hukum yang disahkan oleh raja di bawah nasihat menteri. Dokumen tersebut dapat digunakan untuk penunjukan publik, menganugerahkan penghargaan, memberikan status kota, atau menandakan Persetujuan Kerajaan terhadap undang-undang.

Pangeran Harry adalah putra kedua Raja Charles dan mendiang Putri Diana, adik dari pewaris takhta Kerajaan Inggris, Pangeran William. Pada Mei 2018, ia menikahi aktris Amerika Meghan Markle, dan keduanya menyandang gelar Duke dan Duchess of Sussex. 

Pada awal tahun 2020, pasangan itu meninggalkan peran mereka sebagai pekerja kerajaan dan pindah ke Pulau Vancouver, Kanada, selama beberapa bulan, lalu ke Los Angeles di akhir tahun.

Keduanya telah bersikap kritis terhadap keluarga kerajaan selama bertahun-tahun. Saat wawancara dengan Oprah Winfrey pada tahun 2021, Meghan mengaku telah diganggu oleh staf di Istana Kensington, dan menyadari kekhawatiran anggota keluarga kerajaan tentang warna kulit anaknya Archie.

Keputusan mereka membuat marah sebagian masyarakat Inggris dan media, dua kelompok yang telah lama tak bersahabat dengan Harry.

Kemungkinan besar, sentimen serupa juga menjadi alasan beberapa pembaca Daily Mail yang menyerukan pencabutan gelar Harry dan Meghan setelah gelar Andrew dicabut. Tabloid Inggris tersebut melaporkan bahwa beberapa pembaca menulis surat yang menyatakan bahwa pencabutan gelar pasangan tersebut diperlukan untuk menyelamatkan kerajaan Inggris.

Pengamat kerajaan memperkirakan Pangeran William telah mengambil alih kendali bersama Raja Charles, yang baru saja pulih dari diagnosis kanker. 

"Pangeran William telah mengambil alih kendali Keluarga Kerajaan Inggris," tulis jurnalis Dan Wotton di X. "Meskipun saya memiliki simpati yang tulus kepada ratu secara pribadi, kelemahannya terhadap Andrew—apalagi Harry & Meghan—telah membahayakan masa depan kerajaan. Pewarisnya tahu itu."

Wootton, dalam sebuah video Youtube minggu ini mengatakan, “Sebuah preseden telah ditetapkan. Seorang raja kini dapat mencabut gelar Adipati dan bahkan gelar pangeran. Jadi, Harry dan Meghan seharusnya takut. Sangat takut. Karena percayalah: sekarang tinggal menunggu waktu, bukan lagi apakah hal yang sama akan terjadi pada mereka.”

Koresponden kerajaan Kinsey Schofield kepada TalkTV mengatakan, setelah ditanya apakah menurutnya pasangan itu "berikutnya" yang akan dicabut gelarnya: "Saya rasa begitu. Saya rasa Anda harus memperhatikan perkembangan ini, karena Raja telah menunjukkan kepada kita dalam 24 jam terakhir betapa mudahnya hal itu."

Pencabutan gelar "pangeran" Andrew merupakan perombakan besar-besaran bagi keluarga kerajaan Inggris, tetapi dampaknya ada batasnya. Pemerintah Inggris menyatakan Andrew Mountbatten-Windsor tidak akan secara resmi dicabut dari garis suksesi takhta Inggris, menurut BBC.

Andrew saat ini berada di urutan kedelapan dan dibutuhkan tindakan parlemen untuk mencopotnya.

Meskipun meninggalkan tugas kerajaannya, Harry masih menduduki peringkat kelima pewaris takhta.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.