Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyak Dipesan, Kota AS Berpenduduk 3000 Jiwa Dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Terbaik Tahun 2026

📅 Sabtu, 01 Nov 2025, 00:07 WIB | Oleh:
Banyak Dipesan, Kota AS Berpenduduk 3000 Jiwa Dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Terbaik Tahun 2026 Doc: Istimewa
Ket. Berpenduduk kecil dengan daya tarik besar, Big Sky terkenal dengan pemandangan ala pegunungan Alpen yang dramatis, resor ski mewah, dan dekat dengan Taman Nasional Yellowstone.

SEATTLE - Expedia, perusahaan teknologi perjalanan Amerika Serikat baru-baru ini menobatkan, sebuah kota pegunungan kecil di Montana, rumah bagi lebih dari 3.000 penduduk, sebagai tujuan wisata terbaik dunia dalam daftar Destinasi Tahun ini.  

Dari Newsweek, peringkat disusun menggunakan data pencarian dan pemesanan waktu nyata dari jutaan pengguna di seluruh dunia, yang menyoroti area di mana minat wisatawan "meningkat".

untuk destinasi wisata tahun depan. 

Platform perjalanan tersebut merilis daftar tahunannya minggu ini, yang menyoroti Big Sky, Montana, sebagai tempat wisata utama. 

Big Sky terkenal dengan pemandangan ala pegunungan Alpen yang dramatis, resor ski mewah, dan kedekatannya dengan Taman Nasional Yellowstone. 

Namun menurut data baru, terjadi lonjakan tajam dalam penelusuran global di aplikasi dan situs web Expedia selama setahun terakhir—cukup untuk mendorongnya melampaui tempat-tempat wisata tradisional seperti Paris, Tokyo, dan Roma.

Meskipun jumlah penduduknya hanya sekitar 3.500 jiwa, Big Sky telah membangun reputasi global sebagai taman bermain bagi para pencinta alam terbuka dan pelancong mewah.

Terletak di barat daya Montana, sekitar 45 mil barat daya Bozeman, komunitas ini berada di ketinggian lebih dari 6.000 kaki.

Daya tarik utama kawasan ini, Big Sky Resort, menawarkan beberapa medan ski terluas di Amerika Utara, sementara bulan-bulan musim panas menghadirkan kegiatan hiking, bersepeda gunung, memancing ikan trout, dan akses mudah ke Yellowstone.

"Pengakuan Big Sky sebagai destinasi paling populer menegaskan apa yang sudah diketahui penduduk lokal dan pengunjung lama. Ini adalah tempat di mana petualangan dan lanskap yang menakjubkan berpadu dengan cara yang sungguh istimewa," ujar CEO Visit Big Sky, Brad Niva, dalam sebuah pernyataan. 

“Kami bekerja keras untuk menyeimbangkan manfaat pariwisata dengan tanggung jawab kami untuk melindungi keunikan Big Sky, memastikan perekonomian pengunjung berkembang pesat sambil mendengarkan dan mendukung penduduk yang menganggap tempat ini sebagai rumah,” tambah Niva.

Meskipun Big Sky dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik, Expedia juga menyoroti sembilan tempat wajib dikunjungi lainnya di seluruh dunia. Tempat-tempat tersebut antara lain Okinawa di Jepang di posisi kedua, Sardinia di Italia di posisi ketiga, Phu Quoc di Vietnam di posisi keempat, dan Savoie di Prancis di posisi kelima.

Dan lokasi AS lainnya berhasil masuk—satu-satunya negara yang muncul dua kali dalam daftar—dengan Fort Walton Beach di Florida di tempat keenam, Ucluelet di Kanada di tempat ketujuh, Cotswolds di Inggris di tempat kedelapan, San Miguel de Allende di Meksiko di tempat kesembilan, dan yang menutup daftar tersebut adalah Hobart di Australia.

Selain pemeringkatannya, Expedia meluncurkan kerangka kerja baru untuk tahun 2026—Smart Travel Health Check—sebuah sistem yang terinspirasi oleh visi World Travel & Tourism Council (WTTC) untuk manajemen destinasi yang bertanggung jawab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Parade Budaya Sambut Hari Jadi DKI Jakarta ke-499

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Parade Budaya Sambut Hari J...
Megapolitan
HBKB Rasuna Said Jadi Upaya...
Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi Warga ...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.