- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hamas Serahkan Dua Jenazah...
Hamas Serahkan Dua Jenazah Sandera Israel di Tengah Gencatan Senjata Gaza yang Rapuh
Jumat, 31 Okt 2025, 16:05 WIBGAZA CITY - Kelompok Hamas menyerahkan dua jenazah sandera Israel pada hari Kamis (30/10), sehari setelah gencatan senjata Gaza yang rapuh diguncang oleh serangan mematikan Israel di jalur itu.
Dari The Guardian, jenazah sandera Amiram Cooper dan Sahar Baruch dikembalikan ke Israel untuk dimakamkan setelah proses identifikasi selesai, kata militer Israel pada Kamis malam.
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Hamas membebaskan semua sandera yang masih hidup dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina dan tahanan perang, sementara Israel menarik kembali pasukannya, menghentikan serangannya dan meningkatkan bantuan ke jalur tersebut.
Hamas juga setuju untuk menyerahkan jenazah ke-28 sandera yang tewas sebagai ganti 360 militan Palestina yang tewas dalam perang tersebut. Kini, Hamas telah menyerahkan 15 jenazah.
Israel mengatakan Hamas terlalu lambat menyerahkan jenazah para sandera yang masih berada di Gaza , sementara Hamas mengatakan akan butuh waktu untuk menemukan dan mengambil semua jenazah.
Keluarga beberapa sandera sangat ingin menyediakan pemakaman yang layak bagi orang yang mereka cintai dan khawatir jenazah mereka akan hilang selamanya di bawah reruntuhan Gaza.
Ribuan warga Palestina yang diyakini tewas masih hilang di tengah kehancuran yang luas.
Perselisihan mengenai pemulihan dan penyerahan jenazah para sandera telah menjadi salah satu kesulitan yang mempersulit rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Gaza untuk selamanya.
Kendala besar masih menghadang, termasuk pemerintahan Gaza di masa depan dan tuntutan agar Hamas melucuti senjata. Di saat yang sama, kedua belah pihak saling menyalahkan atas pelanggaran gencatan senjata . Dari Selasa hingga Rabu, Israel membalas serangan Palestina terhadap pasukannya, yang menewaskan satu tentara, dengan pemboman yang menurut otoritas kesehatan Gaza menewaskan 104 orang.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 46 anak-anak dan 20 perempuan termasuk di antara 104 orang yang tewas dalam serangan udara tersebut. Israel mengatakan serangannya telah menargetkan puluhan militan.
Saksi mata mengatakan pesawat-pesawat Israel melancarkan 10 serangan udara di wilayah timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan, sementara tank-tank menembaki wilayah timur Kota Gaza di utara sebelum fajar pada hari Kamis. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Militer Israel mengatakan pihaknya melancarkan serangan "tepat" terhadap "infrastruktur teroris yang menimbulkan ancaman bagi pasukan" di wilayah Gaza tempat pasukannya masih ditempatkan.
Penduduk Gaza mengatakan mereka khawatir akan dimulainya kembali permusuhan.
"Kami takut perang lagi akan pecah, karena kami tidak menginginkan perang. Kami telah menderita pengungsian selama dua tahun. Kami tidak tahu harus pergi ke mana atau ke mana harus datang," kata seorang pengungsi, Fathi al-Najjar, di Khan Younis di Gaza selatan.
Di perkemahan tenda tempat Najjar berbicara, anak perempuan dan laki-laki mengisi botol plastik dengan air dari wadah logam yang diletakkan di pinggir jalan, dan para wanita memasak makanan untuk keluarga mereka menggunakan oven kayu bakar yang terbuat dari tanah liat.
Perang telah membuat sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah lebih dari 2 juta jiwa mengungsi, beberapa di antaranya telah beberapa kali mengungsi. Banyak yang belum kembali ke daerah asal mereka, karena khawatir akan segera mengungsi lagi.
- Gencatan Senjata Gaza
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Sidang uji materiil UU Pilkada
-
Menko PM Pastikan Seleksi Ketat, Siswa Sekolah Rakyat Hanya untuk yang Benar-Benar Tak Mampu
-
Kurangi Angka Pengangguran, Keterampilan Pelajar SMK di Jakarta Harus Ditingkatkan
-
Azerbaijan Menandatangani Kontrak 40 Jet Tempur Blok III JF-17 Buatan Pakistan-Tiongkok
-
Dukung Literasi Pajak Digital, Etos Kreatif Indonesia Gelar Sosialisasi Coretax
-
Palembang Marketing Festival 2025, Katalisator Semangat Wong Kito Galo di Era AI
-
Komitmen Sekolah Adat Papua untuk Melestarikan Tradisi dan Budaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.