Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNN-Australia Perkuat Pemberantasan Narkotika di Asia Pasifik, Fokus ke Intelijen dan Teknologi

📅 Senin, 27 Okt 2025, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNN-Australia Perkuat Pemberantasan Narkotika di Asia Pasifik, Fokus ke Intelijen dan Teknologi Doc: BNN RI
Ket. Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto (kiri) dalam pertemuan bersama Senior Officer Indonesia AFP Steve Lindner (kanan) di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Polisi Federal Australia (AFP) menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama dalam memerangi peredaran gelap narkotika di kawasan Asia-Pasifik dengan berfokus pada intelijen dan teknologi dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (24/10).

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya peningkatan kerja sama, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk penindakan kejahatan narkotika lintas batas, pengembangan kapasitas bagi aparat penegak hukum, dan pertukaran intelijen (intelligence sharing).

"Hal ini didorong oleh kedekatan geografis kedua negara yang memungkinkan pola lintas peredaran narkotika melalui jalur laut," kata Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Perwakilan Australia, Senior Officer Indonesia AFP Steve Lindner menyampaikan apresiasi atas sambutan BNN.

Pihak Australia menilai peningkatan kerja sama dengan Indonesia sangat penting untuk menangkal meningkatnya penyelundupan narkotika melalui perairan Indonesia menuju Australia dan negara-negara Pasifik.

AFP juga mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Fiji yang dinilai memperkuat jejaring kerja sama kawasan dalam memerangi narkotika.

Steve menjelaskan perkembangan situasi narkotika di Australia, bahwa pasar narkoba jenis baru alias New Psychoactive Substances (NPS) di Australia sangat dinamis.

Dikatakan bahwa NPS di Australia memiliki jenis zat yang terus berubah, mulai dari kanabinoid sintetis hingga opioid sintetis serta penyelundupan dan impor ilegal ketamine meningkat signifikan, yang terbukti dengan kenaikan jumlah tangkapan di perbatasan dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, etomidate tidak termasuk dalam daftar zat narkotika atau psikotropika di Australia karena tidak memiliki efek euforia atau nilai rekreasional.

Mengenai vape (rokok elektrik), Pemerintah Australia fokus pada edukasi publik tentang bahayanya dan pelarangan penggunaan bagi pelajar serta lebih dianggap sebagai isu kesehatan masyarakat, dengan kebijakan yang tidak seketat kebijakan narkotika.

"Namun, kasus vape yang mengandung zat narkotika atau psikoaktif akan ditangani sebagai tindak pidana narkotika oleh AFP," ucap Steve.

Pertemuan tersebut bertujuan membahas penguatan kerja sama BNN dan AFP, khususnya dalam aspek pertukaran intelijen, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengembangan kapasitas.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama dalam pemberantasan narkotika, terutama melalui pertukaran informasi intelijen dan penguatan kapasitas kelembagaan.

Kerja sama BNN RI dan AFP akan diperkuat dalam bidang pertukaran informasi intelijen, pemanfaatan teknologi dalam deteksi narkotika, pelatihan dan pengembangan kapasitas aparat, serta penanganan ancaman narkotika lintas batas di jalur perairan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.