Gubernur Jatim Khofifah Anugerahkan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada Ketum PWI Pusat Akhmad Munir
📅 Minggu, 12 Okt 2025, 15:28 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menganugerahkan Lencana Kehormatan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir atas dedikasinya menjaga integritas dan kebebasan pers nasional.
“Para penerima penghargaan ini adalah sosok-sosok yang menunjukkan bagaimana dedikasi, keikhlasan, dan pengorbanan bisa membawa manfaat luas bagi umat dan bangsa,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu (12/10).
Penganugerahan Lencana Jer Basuki Mawa Beya diatur dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 42 Tahun 2020 dan Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/751/KPTS/013/2025 tanggal 11 Oktober 2025.
Penghargaan Lencana Kehormatan Jer Basuki Mawa Beya diberikan kepada tokoh berkontribusi besar dalam pembangunan dan pengabdian bagi Jawa Timur.
Ketua PWI Pusat Akhmad Munir mengaku bersyukur dan bangga menerima Lencana Jer Basuki Mawa Beya dari Gubernur Jatim bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 provinsi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dalam surat keputusan yang dibacakan oleh protokol Gubernur Jawa Timur, saya menerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya kategori emas,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA itu.
Pria asal Sumenep, Madura, Jawa Timur itu menjelaskan penghargaan tersebut diberikan kepada dirinya sebagai tokoh pers nasional yang berhasil melakukan konsolidasi media, berperan aktif dalam pembangunan di Jawa Timur, serta mendorong kebebasan pers di tingkat nasional.
“Tentu kami, keluarga besar PWI, baik di pusat maupun di Jawa Timur, akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk bersama-sama membangun kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap ekosistem pers di Jawa Timur yang dinilai stabil dan kondusif.
Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara insan pers dengan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat merupakan modal penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif.
“Alhamdulillah, sejak dulu, pers di Jawa Timur relatif stabil dalam pemberitaan dan peliputan. Hal ini menjadi kekuatan besar bagi pers untuk terus berkontribusi bersama elemen masyarakat lainnya,” ujarnya menambahkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!