Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Jatuhkan Sanksi Berat pada Minyak Russia Terkait Perang Ukraina

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Trump Jatuhkan Sanksi Berat pada Minyak Russia Terkait Perang Ukraina Doc: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Ket. Presiden AS Donald Trump

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (22/10) menjatuhkan sanksi pada dua perusahaan minyak terbesar Russia, mengeluh bahwa pembicaraannya dengan pemimpin negara itu, Vladimir Putin, untuk mengakhiri perang Ukraina tidak membuahkan hasil.

Uni Eropa juga meluncurkan gelombang sanksi baru untuk menekan Russia agar mengakhiri invasi tanpa henti selama tiga setengah tahun ke negara tetangganya, yang bersekutu dengan Washington DC dan Brussels.

Trump telah menunda penerapan sanksi terhadap Russia selama berbulan-bulan, tetapi kesabarannya habis setelah rencana pertemuan puncak baru dengan Putin di Budapest gagal.

"Setiap kali saya berbicara dengan Vladimir, percakapan saya selalu lancar, dan setelah itu tidak ada kelanjutannya," kata Trump di Ruang Oval.

Namun Trump menambahkan bahwa ia berharap sanksi berat terhadap raksasa minyak Russia, Rosneft dan Lukoil, hanya akan berlangsung singkat. "Kami berharap perang akan berakhir," ujar dia di samping Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan pada Rabu malam bahwa AS masih ingin bertemu dengan Russia, meskipun ada sanksi.

"Kami akan selalu tertarik untuk terlibat jika ada peluang untuk mencapai perdamaian," kata Rubio kepada wartawan.

Secara terpisah, UE setuju untuk memberlakukan tindakan baru yang bertujuan untuk membatasi pendapatan minyak dan gas Moskwa selama perang, kata juru bicara Kepresidenan Denmark saat ini di blok tersebut.

Paket tersebut, yang ke-19 dari Uni Eropa sejak invasi Kremlin tahun 2022, bertujuan untuk terus menekan Russia mengingat upaya perdamaian Trump yang gagal dan meningkatnya serangan Russia.

Duta Besar Ukraina untuk AS menyambut baik sanksi tersebut. "Keputusan ini sepenuhnya sejalan dengan posisi konsisten Ukraina bahwa perdamaian hanya dapat dicapai melalui kekuatan dan dengan memberikan tekanan maksimal terhadap agresor menggunakan semua instrumen internasional yang tersedia," ujar Duta Besar Olha Stefanishyna dalam sebuah pernyataan.

Sanksi itu diberlakukan beberapa jam setelah serangan terbaru Russia semalam terhadap Ukraina menewaskan tujuh orang, termasuk dua anak-anak,  dan menghancurkan sebuah taman kanak-kanak.

Tidak Jujur

Sanksi AS merupakan peningkatan besar dalam tindakannya terhadap Russia dan mencerminkan meningkatnya rasa frustrasi Trump karena tidak dapat membujuk Putin untuk mengakhiri konflik meskipun ia menyebut ada hubungan personal dengan kepala Kremlin tersebut.

Sanksi tersebut melibatkan pembekuan semua aset Rosneft dan Lukoil di Amerika Serikat, sekaligus melarang semua perusahaan AS melakukan bisnis apa pun dengan kedua raksasa minyak Russia tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Jarak Pandang Terbatas, Ban...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.